TANJAB BARAT,LIPUTAN JAMBI.ID-Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H,didampingi Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, melakukan kunjungan kerja peninjauan ke Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tanjung Jabung Barat yang berlokasi di kawasan Simpang Lampu Merah Siswa, Kuala Tungkal, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebelumnya, Gubernur bersama Bupati telah menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Lorong Namira Parit Gompong, meninjau SDLB, Kantor Pramuka, serta Kantor UPTD Samsat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Di lokasi KPHP, kedua pejabat meninjau kondisi infrastruktur, fasilitas pendukung operasional, serta kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengelolaan dan pengawasan kawasan hutan. Peninjauan ini bertujuan memastikan pelaksanaan tugas kehutanan berjalan optimal sekaligus memperkuat koordinasi lintas Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi jajaran KPHP dalam menjaga kawasan hutan pesisir barat Provinsi Jambi. Ia menegaskan perlunya kesiapan personel dan sarana operasional yang memadai.
“Kantor KPHP ini merupakan garda terdepan kita di tingkat lapangan dalam mengawal tata kelola kehutanan. Saya meminta seluruh personel tetap siaga, khususnya mendeteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memaksimalkan pemulihan ekosistem gambut secara berkelanjutan,” ujar Al Haris.
Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat menyatakan komitmen pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi. Menurutnya, pengelolaan hutan tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Kunjungan kerja turut dihadiri jajaran OPD Provinsi‑Kabupaten serta pejabat struktural KPHP Tanjung Jabung Barat. Diharapkan koordinasi antar‑tingkat pemerintahan semakin solid sehingga perlindungan hutan, pencegahan karhutla, dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut berjalan berkelanjutan. (cw)






