BPBD Provinsi dan BPBD Tanjab Barat Terapkan Hujan Buatan hingga 12 Juni 2026, Antisipasi Dini Ancaman Karhutla di Wilayah Rawan.

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjab Barat,Liputanjambi.id– Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring meningkatnya kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagai upaya mitigasi dini, BPBD Tanjab Barat menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang lebih dikenal dengan program hujan buatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko munculnya titik api di kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, SE, mengatakan bahwa pelaksanaan TMC telah dimulai sejak awal Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2026.

“Teknologi Modifikasi Cuaca atau hujan buatan ini merupakan salah satu langkah antisipasi dini yang kami lakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini sudah berjalan sejak awal Mei dan akan terus dilaksanakan hingga 12 Juni mendatang,” ujar Samsuhadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pelaksanaan hujan buatan dilakukan secara terkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jambi serta sejumlah instansi terkait. Tim teknis yang terlibat secara rutin melakukan pemantauan kondisi atmosfer guna menentukan waktu dan lokasi yang tepat untuk pelaksanaan modifikasi cuaca.

BPBD berharap upaya tersebut dapat meningkatkan intensitas hujan di sejumlah kawasan rawan Karhutla sehingga kelembapan tanah tetap terjaga dan potensi munculnya titik panas (hotspot) dapat ditekan sejak dini.

“Kami mendapat dukungan penuh dari BPBD Provinsi Jambi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Tim TMC terus melakukan pemantauan setiap hari untuk melihat kondisi cuaca yang memungkinkan dilakukan penyemaian awan, sehingga curah hujan dapat turun di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” jelasnya.

Selain mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca, BPBD Tanjab Barat juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara di bakar.

Masyarakat, khususnya petani dan pemilik lahan, diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau.

Samsuhadi menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut sangat berisiko menimbulkan kebakaran yang meluas. Saat ini kondisi cuaca cukup kering sehingga diperlukan kewaspadaan bersama untuk mencegah terjadinya Karhutla,” tegasnya.

Lebih lanjut, BPBD Tanjab Barat terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, serta berbagai pihak lainnya guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau berlangsung.

Melalui kombinasi langkah preventif berupa penerapan hujan buatan, patroli lapangan, pemantauan titik panas, serta peningkatan kesadaran masyarakat, pemerintah daerah berharap Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan, maupun gangguan kesehatan akibat kabut asap.(cw)

Berita Terkait

CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, PT TEBO MULTI AGRO EDUKASI PELAJAR SMAN 1 TEBO
Terima Irigasi Hasil Perjuangan H. Bakhri & BWS Sumatera 6, Petani Pembengis Menanti Perhatian Pemerintah Daerah untuk Akses Jalan
Hidupkan Kembali Terminal Kuala Tungkal, Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Ikuti Panen Raya Serentak Bersama Presiden, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Bupati Anwar Sadat Laksanakan Safari Jumat di Kuala Dasal, Serahkan Bantuan Baznas dan Dengar Aspirasi Warga
Bupati Anwar Sadat Apresiasi dan Dukung Pengembangan UMKM Ecoprint Desa Kuala Dasal
Panen Raya Melon Kuala Dasal, Bukti Tanjab Barat Kembangkan Komoditas Pertanian Baru
Hadapi Kritikan Medsos, Dirut PDAM Tirta Pengabuan: Perubahan Butuh Waktu, Kami Terima Semua Masukan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:08 WIB

CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, PT TEBO MULTI AGRO EDUKASI PELAJAR SMAN 1 TEBO

Senin, 20 Juli 2026 - 21:49 WIB

Terima Irigasi Hasil Perjuangan H. Bakhri & BWS Sumatera 6, Petani Pembengis Menanti Perhatian Pemerintah Daerah untuk Akses Jalan

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:20 WIB

Hidupkan Kembali Terminal Kuala Tungkal, Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:58 WIB

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Ikuti Panen Raya Serentak Bersama Presiden, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:21 WIB

Bupati Anwar Sadat Laksanakan Safari Jumat di Kuala Dasal, Serahkan Bantuan Baznas dan Dengar Aspirasi Warga

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Panen Raya Melon Kuala Dasal, Bukti Tanjab Barat Kembangkan Komoditas Pertanian Baru

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Hadapi Kritikan Medsos, Dirut PDAM Tirta Pengabuan: Perubahan Butuh Waktu, Kami Terima Semua Masukan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:48 WIB

Wakili Jambi di Kejurnas, 5 Atlet Panahan Tanjab Barat Dilepas Menuju Kudus

Berita Terbaru