LIPUTAN JAMBI. ID– Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, menegaskan bahwa keberhasilan penugasan Satgas Mobile RI-PNG Yonif 142/Ksatria Jaya menjadi bukti nyata pengabdian tulus, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan itu disampaikan saat memimpin langsung upacara penyambutan kepulangan pasukan di Markas Yonif 142/KJ, Jambi, di tengah suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur.
Sebanyak 450 prajurit kini kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dalam keadaan lengkap, setelah menyelesaikan tugas negara menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini.
Momen kepulangan ini terasa semakin istimewa dan mengharukan dengan kehadiran ratusan anggota keluarga prajurit. Mereka datang dari berbagai penjuru Provinsi Jambi, bahkan ada yang menempuh perjalanan jauh dari luar kabupaten dan kota, demi menyambut kepulangan suami, anak, maupun kerabat yang telah berbulan-bulan bertugas di medan operasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Dr. Al Haris, beserta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, para Pejabat Utama Kodam XX/TIB dan Korem 042/Gapu, Danbrigif TP 35/SG, serta Komandan Batalyon TP 844/Karya Bhakti dan TP 896/Sriwijaya Putra. Hadir pula Ketua Persit KCK Daerah XX/TIB, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 042, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Pangdam XX/TIB menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh capaian yang telah diraih Satgas Yonif 142/KJ selama bertugas.
“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam XX/TIB, saya mengucapkan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 142/KJ. Kalian telah berhasil mengemban tugas negara dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian yang tinggi,” tegas Mayjen TNI Arief Gajah Mada.
Menurut penilaiannya, keberhasilan satuan ini tidak hanya terlihat dari terjaganya stabilitas keamanan di wilayah penugasan, tetapi juga dari keberhasilan membangun hubungan yang harmonis dan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat.
Salah satu capaian yang mendapatkan sorotan khusus adalah keberhasilan prajurit dalam melaksanakan pembinaan teritorial secara humanis. Pendekatan ini terbukti efektif merangkul masyarakat, bahkan mampu mendorong sejumlah mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk kembali berdamai dan berada di bawah naungan NKRI.
Keberhasilan tersebut, lanjut Pangdam, merupakan buah dari strategi pendekatan persuasif, komunikasi yang terbuka, serta upaya berkelanjutan untuk membangun kepercayaan publik.
“Melalui pembinaan teritorial yang konsisten, memberikan rasa aman, serta pendekatan yang manusiawi, para prajurit mampu menghadirkan keberadaan negara di tengah masyarakat. Inilah kunci terciptanya hubungan yang erat dan harmonis antara aparat dan warga,” ujarnya.
Di balik segala keberhasilan tugas operasi, momen paling menyentuh dalam penyambutan ini adalah pertemuan kembali para prajurit dengan keluarga tercinta. Tangis haru pecah saat orang tua, istri, dan anak-anak memeluk erat anggota keluarga yang berbulan-bulan hanya bisa berkomunikasi dari jarak jauh.
Pelukan hangat dan ucapan syukur yang terucap menjadi gambaran nyata di balik setiap keberhasilan pelaksanaan tugas negara, terdapat dukungan besar dari keluarga yang setia menunggu dan senantiasa mendoakan keselamatan para prajurit.
Kepulangan 450 personel Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya dalam keadaan lengkap dan utuh ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Provinsi Jambi. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kedisiplinan, profesionalisme, dan semangat pengabdian tanpa batas yang ditunjukkan prajurit TNI Angkatan Darat dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.(cw)







