TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI. ID– Viralnya unggahan struk belanja di media sosial yang menjadi keluhan konsumen terhadap gerai Fresh Kualatungkal, mendapat tanggapan cepat dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lembaga ini langsung melakukan klarifikasi dan pengecekan pada Senin,( 29/6/2026).
Aldi Saputra, Koordinator Bidang Pengaduan Konsumen YLKI Tanjab Barat, menyatakan timnya telah menghubungi pihak pengelola untuk meminta penjelasan. Saat dikonfirmasi melalui telepon, Penanggung Jawab Pusat Fresh yang akrab disapa Bu Tri mengakui permasalahan terkait struk belanja sudah diselesaikan.
“Sudah damai dengan konsumen. Memang ini kesalahan kami, yaitu kelalaian kasir. Bukan kehendak kami, mengingat banyak karyawan baru di Kualatungkal sehingga ada barang yang terlewat diperiksa. Kami sudah meminta maaf dan bersedia mengganti barang atau mengembalikan uang jika diminta,” jelas Tri.
Aldi menambahkan, setelah menerima penjelasan tersebut, timnya juga turun langsung melakukan pengecekan di lokasi gerai. Hasilnya, ditemukan beberapa barang yang diduga sudah melewati masa kedaluwarsa dan tidak layak dijual.
Menanggapi temuan itu, Tri menjelaskan bahwa manajemen telah memiliki prosedur penarikan barang satu bulan sebelum masa kedaluwarsa berakhir.
“Jika ada yang tertinggal, itu murni karena kelalaian karyawan. Apabila ada konsumen yang merasa dirugikan setelah membelinya, pihak Fresh akan mengganti dengan barang baru,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pengawas Fresh Kualatungkal, Tiara, menyatakan pengecekan stok barang dilakukan secara rutin setiap hari.
“Setiap hari kami cek kondisi dan masa berlaku barang,” ujar Tiara.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Koperindag) Tanjung Jabung Barat, Sawaludin Tanjung, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini.
“Kami akan berkoordinasi dengan YLKI dan menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan apakah ini murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Selanjutnya akan dilakukan pembinaan kepada manajemen toko,” ungkap Sawaludin.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap tempat usaha di wilayahnya terus dilakukan secara berkala.(cw)






