TANJAB BARAT, Liputan Jambi.id – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Hj. Fadhilah Sadat, S.H., meresmikan sekaligus meluncurkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Percontohan Cempaka II di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Senin (6/7).
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam Betara, kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa Pematang Lumut, tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat memberikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak sehingga Posyandu Cempaka II ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Ia menegaskan Posyandu adalah ujung tombak pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat.
“Kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar dan fondasi peningkatan kualitas hidup. Tanpa kesehatan yang baik, pendidikan optimal maupun peningkatan ekonomi akan sulit dicapai. Tidak ada artinya harta melimpah jika kesehatan tidak terjaga,” ujarnya.
Bupati menjelaskan transformasi Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, melainkan telah mengintegrasikan enam bidang SPM: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketentraman serta ketertiban umum, hingga perlindungan sosial. Masyarakat tak hanya mendapat pelayanan kesehatan, tapi juga edukasi dan pendampingan secara terpadu.
Ia mengajak seluruh OPD memperkuat sinergi serta mendorong kader berinovasi, seperti memanfaatkan pekarangan untuk tanaman pangan dan budidaya ikan guna mendukung ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, Hj. Fadhilah Sadat menyatakan transformasi ini merupakan implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Saat ini dari 276 Posyandu di kabupaten ini, sebanyak 233 telah bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM, dan baru dua yang diresmikan sebagai percontohan—yakni di Kecamatan Bram Itam dan Betara. Diharapkan Posyandu Cempaka II dapat menjadi teladan bagi wilayah lain.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan komitmen bersama, peninjauan stan pelayanan, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada balita stunting dan kurang berat badan, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), dan kelompok lanjut usia. Bantuan ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dasar yang berkelanjutan.(cw)







