TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.ID — Musim kemarau membawa tantangan baru bagi ketersediaan air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Peninjauan langsung ke lapangan menemukan sejumlah kendala mendasar yang dihadapi PERUMDA Tirta Pengabuan, sehingga dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan demi menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Utama PERUMDA Tanjung Jabung Barat, Feri Elvianto, SH., memberikan penjelasan terkait kendala yang sedang dihadapi pihaknya.
“Sejak Agustus 2026, debit air baku Sungai Pengabuan turun sekitar 30 persen. Selain itu, kekeruhan air meningkat tajam, terutama saat curah hujan turun. Hal ini langsung memengaruhi proses pengolahan air bersih di instalasi,” ungkap Feri Elvianto.
Akibatnya, tekanan air pada jam puncak pukul 17.00–21.00 WIB berpotensi menurun, dan beberapa wilayah di ujung jaringan pelayanan mulai mengalami kekeringan. PDAM telah melakukan penghematan produksi, penjadwalan distribusi, serta memperpanjang jam operasi pompa air baku. Satu unit mobil tangki juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih darurat.
Kendala lain yang mendesak ditangani adalah kondisi Kolam Sludge di IPA Tebing Tinggi (Talang Makmur). Hasil inspeksi pada Jumat (11/9/2026) menunjukkan kolam berkapasitas 1.200 m³ tersebut telah terisi 100 persen.
“Kondisi ini disebabkan peningkatan endapan lumpur akibat kekeruhan air baku saat kemarau, belum dilaksanakannya penyedotan lumpur selama 8 bulan terakhir, serta limpasan air hujan yang masuk ke kolam,” jelasnya.
Karena kolam sudah bocor dan dikhawatirkan jebol jika dipaksakan, proses pencucian filter IPA dan pembuangan lumpur sementara dihentikan. Tim perbaikan telah dikirim ke lokasi dan pembuatan ponton sedang berlangsung. Jika tidak segera ditangani, risiko luapan limbah ke lingkungan hingga penghentian operasional IPA sangat mungkin terjadi.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin, namun dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat kami harapkan agar kendala ini segera teratasi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” tegas Feri Elvianto.
PDAM juga menghimbau seluruh pelanggan di wilayah IPA Tebing Tinggi untuk:
– Tetap hemat penggunaan air
– Tampung air saat aliran berjalan normal
– Segera laporkan kebocoran atau luapan di sekitar IPA melalui Call Center
– Memaklumi penurunan tekanan air yang terjadi sementara
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Seluruh jajaran PDAM Tirta Pengabuan terus berupaya mengatasi segala kendala demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat,” tutup Feri Elvianto.(cw)