Tanjab Barat, Liputan Jambi.id – Di sebuah rumah sederhana berdinding papan yang terletak di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sepasang kakak beradik yatim piatu harus bertahan hidup di tengah kondisi tempat tinggal yang semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan. Mereka adalah Rodi, sang kakak, dan adiknya, Nikita Azwa, yang kini harus berjuang sendiri setelah ditinggal kedua orang tua mereka menghadap Ilahi.
Kondisi rumah tempat mereka berteduh kini semakin tidak layak huni setelah mengalami musibah beberapa waktu lalu. Rodi, yang kini menjadi tulang punggung keluarga, menceritakan bahwa bagian dapur rumah mereka hancur diterjang batang pohon sawit yang tumbang akibat angin kencang.
“Angin kencang waktu itu membawa batang sawit yang menimpa bagian dapur rumah kami. Sejak saat itu, kondisi rumah kami semakin parah. Kami tidak punya biaya untuk memperbaikinya,” ujar Rodi dengan nada sedih, Sabtu (28/2).
Dinding papan yang sudah rapuh ditambah dengan kerusakan parah pada bagian dapur membuat tempat tinggal mereka tidak hanya tidak nyaman, tetapi juga berisiko tinggi bagi keselamatan dua anak yatim piatu tersebut. Tanpa adanya perlindungan orang tua dan sumber penghasilan yang memadai, mereka merasa terjebak dalam situasi yang sulit.
Melihat kondisi yang menyayat hati ini, masyarakat sekitar pun merasa prihatin. Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan, serta para wakil rakyat yang mewakili wilayah tersebut dapat segera turun tangan memberikan perhatian dan bantuan.
Bantuan berupa perbaikan rumah maupun dukungan kesejahteraan lainnya sangat diharapkan agar Rodi dan Nikita Azwa dapat kembali hidup dalam tempat yang layak, aman, dan nyaman layaknya anak-anak pada umumnya.
Rodi dan Nikita Azwa pun berharap besar agar perhatian segera datang menghampiri mereka.(cw)






