TANJAB BARAT,LIPUTAN JAMBI. ID– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Dr. Irwan Rahmat Gumilar, A.Md.IP., S.H., M.Si., didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, bersama Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadar, M.Ag., melaksanakan kegiatan panen raya di lokasi Sentra Ketahanan Pangan dan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Selasa (14/7).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadar memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai program yang dijalankan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal. Menurutnya, pola pembinaan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan agar dapat hidup layak dan diterima kembali dengan baik di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang diselenggarakan Lapas, mulai dari peternakan, perikanan, hingga budidaya bebek. Ke depannya, kami berharap hasil produksi pangan warga binaan ini dapat diserap melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Daerah (SPPG) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sehingga instansi pemerintah tidak perlu lagi mencari bahan pangan seperti sayuran, telur, ikan, dan kebutuhan lain dari tempat jauh, melainkan bisa mengambil langsung dari Lapas. Semoga kolaborasi ini segera terwujud sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah kita,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kakanwil Irwan Rahmat Gumilar menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Hukum dan HAM terkait penguatan ketahanan pangan. Ia menilai pengelolaan di Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal telah berjalan sangat baik dengan keberagaman komoditas yang dikembangkan, meliputi perikanan, peternakan bebek, tanaman tebu, pisang, hingga produksi telur.
“Kita baru saja memanen ikan patin dengan hasil yang luar biasa. Padahal ikan ini baru berumur delapan bulan namun sudah siap panen dengan kondisi yang sangat sehat. Ini adalah bagian dari upaya ketahanan pangan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal pemasaran, sehingga siklus ekonomi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan tujuan utama program ini adalah membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata. Ia berharap Kepala Lapas dapat terus meningkatkan kapasitas pelatihan di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
“Keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan. Nanti saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi bingung mau bekerja apa. Selain mendapatkan pelatihan praktis, mereka juga menerima bagian hasil produksi sebagai tabungan, yang nantinya bisa dijadikan modal untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri,” pungkasnya.(CW)







