TANJAB TIMUR,LIPUTAN JAMBI.ID– Setelah material penunjang pengeboran tiba di lokasi, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Kodim 0419/Tanjab segera mempercepat pengerjaan sumur bor Sasaran 1 di RT 05 Dusun Riya 2, Desa Merbau pada Senin (19/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehari sebelumnya, tim telah menerima distribusi logistik berupa pipa paralon (PVC) dan pipa bor. Keberadaan material tersebut membuat pekerjaan pengeboran kembali berjalan dengan intensitas tinggi. Di lokasi, anggota Satgas bersama teknisi dan warga setempat tampak sibuk merangkai serta memasang pipa berdiameter besar ke dalam lubang bor yang kedalamannya telah mencapai lebih dari 115 meter. Pemasangan pipa ini merupakan tahapan krusial untuk mengamankan struktur sumur.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0419/Tanjab yang memantau perkembangan seluruh sasaran fisik menyampaikan, kelancaran rantai pasok material menjadi pendorong utama percepatan pekerjaan hari ini.
“Syukur Alhamdulillah, rantai pasok material kita sudah lancar. Dengan ketersediaan pipa yang sudah didistribusikan kemarin, hari ini instruksinya jelas, tim di Sasaran 1 harus langsung tancap gas melakukan pemasangan dan melanjutkan pengeboran hingga titik optimal,” tegas Pasiter.
Ia menjelaskan fungsi utama pipa yang dipasang sebagai selubung pelindung (casing) sumur.
“Pipa paralon berukuran besar yang ditanam ke dalam lubang bor itu berfungsi sebagai casing atau selubung pelindung utama. Fungsinya sangat krusial, yakni untuk menahan struktur tanah di dalam agar tidak longsor dan menutupi lubang yang sudah susah payah kita bor dalam‑dalam. Selain itu, selubung ini mencegah air keruh dari permukaan merembes masuk ke bawah,” urainya.
Pasiter menambahkan tahapan ini memerlukan ketelitian ekstra guna menjamin kualitas air bersih untuk warga Desa Merbau.
“Jika instalasi pipa ini terpasang dengan presisi dan rapat, kita bisa menjamin air yang ditarik ke permukaan nantinya murni berasal dari mata air dalam (akuifer). Hasilnya, air akan benar‑benar jernih, tidak berbau, dan sangat layak konsumsi. Keselamatan dan kesehatan warga adalah prioritas, sehingga kualitas konstruksi tidak boleh ditawar,” pungkasnya.
Penyelesaian sumur bor di titik pertama terus dipacu. Keberhasilan pekerjaan ini diharapkan dapat segera dilanjutkan ke empat titik pengeboran lainnya, sehingga krisis air bersih di Desa Merbau dapat teratasi secara menyeluruh. (cw)






