Tidak Mengerti Seperti Apa pengawasan Dilakukan"Hingga Seperti Ini Hasil Proyek Aspal "

Tidak Mengerti Seperti Apa pengawasan Dilakukan"Hingga Seperti Ini Hasil Proyek Aspal "


Tanjabbarat,liputanjambi.id - Proyek pengaspalan di Jalan Mubarok, RT 05 dan 06 Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menelan anggaran APBD Murni Tanjabbarat kurang lebih setengah milyar rupiah menjadi sorotan.

Pasalnya proyek ditemukan dilapangan mutu aspal diragukan karena bisa diremas pakai tangan, sehingga diduga kuat pekerjaan dikerjakan asal jadi.

Selain mutu pekerjaan diduga dikerjakan asal jadi,dilokasi pekerjaan juga tidak ditemukan papan proyek.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan,kalau pengaspalan ini baru saja selesai dalam bulan Oktober ini.

"Pengaspalan ini, bukan proyek dana desa, tapi proyek dari APBD. Soalnya kemarin - kemarin masih ada papan proyeknya,"terangnya.

Bahkan dirinya juga menyebut, kalau pembakarannya menggunakan kayu api untuk bakar aspal. Dirinya juga sangat menyayangkan, meski baru saja selesai dikerjakan.

"Bapak lihat aja bekas yang berlobang dan ada yang bergelombang. Coba bapak remas dengan tangan, aspal yang dipinggirnya lembut pak. Kalau motor lewati atau parkir di pinggir itu, bisa amblas aspalnya, lantaran lembut tadi,"tambahnya.

"Kalau panjangnya, setahu saya lebih kurang lima ratus meter. Karena ini jalan kita, jadi kita tahu. Ini ada dua RT yang dilewati,"tutupnya.

Lantaran tidak ditemukan papan proyek dilokasi hingga berita ini diterbitkan belum diketahui pasti kegiatan dinas mana dan siapa konsultan pengawas serta kontraktor nya.

Sementara terpisah salah satu anggota DPRD Tanjabbarat yang enggan disebutkan namanya mengatakan,meminta kepada konsultan pengawas dan pihak dinas terkait agar lebih ekstra dalam mengawasi pekerjaan," tegasnya.

Ia juga mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan sidak di lokasi proyek jalan tersebut.

"Dalam watu dekat ini kita akan lakukan sidak guna memantau pekerjaan jalan yang dimaksud,"katanya.

Lebih jauh dikatakannya, jalan tersebut merupakan akses masyarakat sekitar. Untuk itu agar pihak rekanan yang mendapatkan proyek tersebut tidak kerja asal jadi. Namun tetap menjaga mutu aspal dan kelayakannya.

"Nanti ketahuan dinas mana dan siapa kontraktornya setelah kita sidak, meskipun papan proyeknya sudah tidak ada lagi dilokasi, kita akan segera panggil OPD terkait, konsultan pengawas dan pihak kontraktor nya. Kita akan mempertanyakan  nanti" sebutnya.

Terutama konsultan pengawas,yang akan kita pertanyakan,karena itu sudah kewajiban tugas nya untuk melakukan pengawasan mulai dari awal pekerjaan hingga akhir pekerjaan.karena mereka dibayar untuk mengawasi pekerjaan tersebut,"tutupnya.(CR7)