Diduga Sanggar Alam Delima Serobot Lahan Kelompok Tani

Diduga Sanggar Alam Delima Serobot Lahan Kelompok Tani


Tanjabbbar,LiputanJambi.id-Masyarakat yang tergabung dalam gabungan kelompok Tani (Gapoktan) Malgis jayo Desa Sungai Baung, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi merasa kesal dan kecewa. Pasalnya, lahan yang selama ini mereka kelola seluas lebih kurang 284,71. haktare (Ha) di lokasi Desa sungai Baung, kecamatan pengabuan, kabupaten Tanjung Jabung Barat tersebut tiba-tiba diduga diserobot oleh Sanggar Alam Delima.

‘’Lahan itu sudah lama kami kelola bersama. Bahkan sudah ada izin dari pihak WKS dan pemerintah daerah (pemkab) kabupaten Tanjung Jabung Barat,"ujar Syafei ketua kelompok tani Malgis jayo.

Lebih lanjut dijelaskan Syafei,lahan yang di kelola Gapoktan Malgis jayo ini ada izinnya bedasarkan surat keputusan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Republik Indonesia,no SK.8/men LHK -pktl/ren/pla.0/1/2023 untuk berbagai macam kegiatan,Diantaranya seperti kegiatan, pembangunan usaha kehutanan atau agroforestri,pembangunan areal pembibitan usaha kehutanan,pengembangan usaha Budi daya madu dan Budi daya lainnya,pembangunan argo wisata, pengembangan sistem silvopastura dan silvo pisherty serta pendukung program kemandirian desa melalui kegiatan kehutanan social dan lainnya,"sebut Safei.

"Meski kami telah memiliki izin,namun sangat disayangi kenapa masih ada oknum yang kami duga untuk berupaya melakukan Serobot lahan yang sudah lama kami kelolah.ironisnya lagi dugaan penyerobotan lahan ini di ketahui oleh kepala desa sungai Baung yang di tetapkan oleh Kades tanggal 6 February 2023. Selain itu membawa imbel atau logo insitusi dan pemerintah daerah,yang terpampang di logo atau banner bertuliskan dibangun pos jaga SAD 6 (Sanggar alam delima).tentunya hal ini patut juga kami pertanyakan apakah benar logo yang terpasang di Baner atau baliho tersebut diketahui pihak insitusi dan pemerintah daerah,"sebutnya.

Safei berharap kepada pihak instusi terkait dan pemkab tanjabbarat untuk cepat melakukan turun kelapangan agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya sudah meresahkan kelompok tani Malgis jayo.dan apabila tidak di gubris dan di tanggapi maka kami akan melakukan aksi,"ucapnya.

Ia juga menambahkan anehnya kegiatan SAD tersebut berlokasi kelurahan Delima,kecamatan Tebingtinggi,sementara yang di garap berlokasi lahan yang kita kelola Desa sungai Baung, kecamatan pengabuan,"lokasinya saja sudah salah,Penempatan yang diberikan mereka kenapa di lokasi kita,padahal lokasi tersebut beda.seharusnya ada izin dengan kita dulu(red Gapoktan malgis jayo). terus terang akibat adanya hal ini kami bekerja jadi risih dan terganggu,karena ada pondok. dan pondok tersebut sudah pernah kita roboh kan,namun di dirikan lagi lebih besar oleh mereka,"timpalnya.

Masih disampaikan Syafei,dugaan rombongan yang menyerobot lahan yang dikelola Gapoktan malgis jayo ini disinyalir mengunakan anggaran APBD tahun 2023 provinsi Jambi.adapun kegiatan yang dilakukan mereka berupa kegiatan sekolah lapang Argoforrestry,dengan nama pengelola SAD (sanggar alam delima) di kecamatan, Tebingtinggi kabupaten Tanjung Jabung Barat, provinsi Jambi.

kegiatan yang mereka lakukan tanam bibit jelutung sebanyak 100 batang, jengkol 100 batang dan petai 100 batang serta pinang 100 batang,"bebernya kepada berapa media.(CR7)