TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.ID – Penempatan lokasi Dapur Masakan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Puwardadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi sorotan. Lokasi tersebut dikhawatirkan belum memenuhi standar kelayakan karena berdekatan dengan pom bensin mini dan bangunan gedung walet.
Sesuai ketentuan dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Gizi Gratis Tahun Anggaran 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar keamanan pangan, higiene sanitasi, dan kesehatan lingkungan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, meskipun lokasi memiliki akses jalan yang luas dan berada di area terbuka, keberadaan kedua bangunan tersebut dinilai memiliki potensi risiko. Kedekatan dengan tempat penyimpanan bahan bakar berisiko terhadap keselamatan kebakaran, sedangkan bangunan walet dikhawatirkan dapat memengaruhi aspek kebersihan dan higiene pengolahan makanan.
Terkait hal ini, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Tanjung Jabung Barat,Provinsi Jambi Bambang, menjelaskan bahwa penetapan izin lokasi dan operasional dapur tersebut merupakan kewenangan langsung dari pihak pusat.
“Kondisi ini sudah kami sampaikan ke pusat, namun izin operasional tetap diberikan. Tugas kami adalah melaporkan kondisi riil yang ada di lapangan. Terkait aspek kehigienisan, itu juga menjadi ranah Dinas Kesehatan dan sudah kami bahas bersama mitra pelaksana,” ujar Bambang saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyusun laporan khusus dan melakukan mediasi terkait kondisi lokasi tersebut. “Kemarin kami sudah melaporkan secara tertulis bahwa lokasi berdekatan dengan pom bensin dan gedung walet. Saat ini kami masih menunggu tanggapan dan arahan lebih lanjut dari pusat. Upaya pemindahan lokasi pun tidak bisa kami putuskan sendiri di daerah, harus ada keputusan resmi dari pusat,” jelasnya.
Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mencari solusi terbaik, serta berkomitmen melaporkan segala perkembangan secara transparan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang bertanggung jawab atas pemilihan lokasi dapur belum dapat dimintai keterangan maupun memberikan tanggapan, meskipun awak media telah berupaya melakukan konfirmasi. (Cw)







