TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.ID — Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., memberikan penjelasan guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait jalannya rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Perlu saya luruskan beberapa hal, karena selama ini saya membaca sejumlah pemberitaan yang menurut saya cenderung memojokkan pribadi saya maupun partai. Yang saya sesalkan, tidak pernah ada konfirmasi langsung kepada saya ataupun permintaan hak jawab. Karena itu saya berterima kasih kepada rekan-rekan media yang hari ini datang menemui saya, sehingga saya bisa menjelaskan kronologi yang sebenarnya,” ujar Hamdani.
Menurutnya, peristiwa bermula saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang berlangsung sebagaimana mestinya. Dalam rapat itu muncul perbedaan pendapat yang cukup keras hingga memicu ketegangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika suasana mulai memanas, saya justru berupaya menjadi penengah. Saya meminta semua pihak untuk tidak bertengkar karena kita sama-sama berada dalam satu lembaga. Saya mengatakan, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan karena akhirnya nama baik kita semua yang akan terdampak,” jelasnya.
Terkait ucapan yang kemudian ramai diperbincangkan, Hamdani menegaskan pernyataan tersebut tidak pernah ditujukan kepada individu tertentu.
“Saya memang mengucapkan kalimat itu di hadapan peserta rapat, tetapi tidak pernah menyebut ataupun mengarah kepada siapa pun secara khusus. Ucapan itu bersifat umum dan disampaikan dalam konteks pembicaraan santai di tengah diskusi. Saat itu yang hadir bukan hanya anggota Banggar, tetapi juga jajaran TAPD dan Kepala Dinas Disparbudpora, sehingga semua yang hadir memahami konteks pembicaraan yang sebenarnya,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak bermaksud menyampaikan hal yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya tegaskan, saya tidak pernah bermaksud mengancam siapa pun. Tidak ada ucapan yang secara spesifik ditujukan kepada seseorang. Memang saya mengakui kalimat itu keluar dari mulut saya dan saya tidak menutupinya, karena Allah Maha Mendengar. Namun kalimat tersebut sama sekali tidak dimaksudkan sebagai bentuk ancaman kepada pihak mana pun,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Hamdani menegaskan tujuannya semata-mata meredam suasana agar perdebatan tidak berkembang menjadi hal yang lebih besar.
“Saya menyampaikan penjelasan ini bukan untuk membela diri, tetapi agar masyarakat mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Saat itu terjadi perbedaan pendapat di antara beberapa anggota dewan. Posisi saya hanya sebagai penengah yang berusaha meredam situasi agar tidak semakin memanas. Tidak benar jika dikatakan terjadi tindakan-tindakan lain sebagaimana yang berkembang di luar,” pungkas Hamdani.(cw)







