KUALA TUNGKAL,LIPUTAN JAMBI.ID— Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., meminta seluruh pemangku kepentingan memprioritaskan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk menekan angka stunting di kabupaten tersebut.
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) sekaligus publikasi data stunting Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (21‑10).
Wabup menjelaskan masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan masa emas pencegahan stunting. Ia menegaskan sektor kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi lintas perangkat daerah untuk meningkatkan kehadiran balita ke posyandu guna pemantauan tumbuh‑kembang secara optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perhatian khusus juga diminta terhadap balita berstatus ‘T’ (tidak naik berat badan) guna mencegah perburukan masalah gizi.
Seluruh data balita bermasalah gizi serta realisasi Program Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita wajib dicatat secara akurat ke aplikasi Sigizi Kesga. OPD terkait juga dimaksimalkan pengisian indikator pada aplikasi Bangda agar perencanaan dan evaluasi program berbasis data terpadu.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, tercatat 309 kasus baru stunting (52,46 %) terkonsentrasi di Kecamatan Batang Asam dan Tungkal Ilir. Masalah sanitasi layak masih dijumpai di 54 RT Kecamatan Senyerang, 10 RT Kecamatan Kuala Betara, dan 41 RT Kecamatan Tungkal Ilir.
Wabup berharap sinergi seluruh pihak dengan disiplin pencatatan data dapat menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Rakor dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bapperida, Kadis P3AP2KB, Kadis PMD, para Camat, Kepala Puskesmas se‑kabupaten, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dan jajaran PKK Kabupaten.(cw)






