TANJAB BARAT, LIPUTANJAMBI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuala Tungkal menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh ketakwaan melalui rangkaian ibadah dan kegiatan kurban, pada Rabu (27/5). Sejak pagi, ratusan warga binaan bersama seluruh jajaran petugas telah berkumpul di lapangan olahraga untuk melaksanakan Salat Idul Adha.
Ibadah dimulai tepat pukul 07.15 WIB, diimami langsung oleh Muhammad Yamin. Sementara itu, Muamar Najmi bertindak sebagai khatib dalam penyampaian khutbah. Keduanya merupakan petugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang hadir mendampingi pelaksanaan ibadah tersebut.
Dalam ceramahnya, Muamar Najmi menekankan bahwa pertobatan dan keikhlasan menjadi inti utama dari perayaan Idul Adha. Ia mengingatkan seluruh jamaah untuk menjadikan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim A.S. sebagai teladan nyata dalam memperkuat iman serta melatih kesabaran menjalani kehidupan. Suasana pelaksanaan salat berlangsung sangat khidmat dan khusyuk, yang sekaligus mencerminkan ketulusan hati warga binaan dalam menyambut hari raya yang penuh makna tersebut.
Usai pelaksanaan salat dan khutbah, Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual bagi warga binaan.
“Idul Adha bukan hanya sekadar ritual, tetapi menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri dan meneguhkan tekad menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Iwan.
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat agama dan berlangsung dengan tertib serta khidmat, disaksikan langsung oleh para petugas dan seluruh warga binaan. Daging hasil kurban selanjutnya diolah di dapur Lapas untuk kemudian disajikan dan dibagikan kepada seluruh warga binaan, menghadirkan suasana kebersamaan dan rasa syukur yang tetap terjaga meski berada di balik tembok pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, pihak Lapas Kuala Tungkal kembali menegaskan bahwa pembinaan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga berupaya memperkuat dimensi spiritual, moral, dan sosial warga binaan. Perayaan Idul Adha di lingkungan pemasyarakatan menjadi momen kebersamaan yang mengajarkan arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai luhur inilah yang diharapkan dapat dibawa dan diterapkan kembali oleh warga binaan sebagai bekal saat nanti kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.(cw)







