TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI – Semarak bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali terasa istimewa. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi menggelar Festival Arakan Sahur yang berlangsung meriah di Kuala Tungkal, Sabtu malam (21/02/2026).
Digelar satu kali seminggu selama bulan suci Ramadan, festival ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Puluhan peserta yang terdiri dari remaja masjid, pemuda, organisasi, hingga masyarakat umum menampilkan beragam kreativitas unik bernuansa islami.
Berbagai maket gerobak hias bertema Ramadan tampil memukau, dipadukan dengan atraksi tabuhan bedug dan kentongan yang menggema di sepanjang rute arakan. Suasana religius berpadu dengan semangat kebersamaan, menciptakan malam Ramadan yang penuh warna dan energi positif.
Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, Festival Arakan Sahur juga membawa dampak ekonomi. Kehadiran ribuan warga dan wisatawan dari dalam maupun luar daerah turut menggerakkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan aneka kuliner dan produk kreatif.
Ketua panitia pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Anshori, menyampaikan dalam laporannya bahwa tahun ini festival digelar sebanyak tiga kali dan akan ditutup dengan Festival Takbiran Idul Fitri.
“Untuk tahun ini ada 13 peserta yang terdiri dari kelompok masjid, mushola, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum. Sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Anshori.
Panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup besar bagi para pemenang, yakni:
– Juara I: Rp20.000.000 + 1 unit sepeda
– Juara II: Rp18.000.000
– Juara III: Rp15.000.000
– Juara Harapan I: Rp10.000.000
– Juara Harapan II: Rp8.000.000
– Juara Harapan III: Rp6.000.000
– Juara Favorit: Rp5.000.000
Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menegaskan bahwa Festival Arakan Sahur bukan sekadar agenda tahunan, melainkan memiliki nilai edukasi religius dan budaya yang mendalam.
“Kegiatan ini tidak hanya acara rutin tahunan. Di dalamnya ada nilai keagamaan, kebersamaan, serta ruang kreativitas bagi generasi muda, khususnya remaja masjid yang terus berinovasi,” ujar Anwar Sadat dalam sambutannya.
Ia menambahkan, tradisi yang terus dijaga ini menjadi cerminan masyarakat Tanjab Barat yang menghargai sejarah dan kearifan lokal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat atas konsistensinya menjaga tradisi unik tersebut.
“Dari sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jambi, Festival Arakan Sahur yang sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi hanya ada di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ini menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap syiar Ramadan sekaligus pelestarian budaya lokal,” ungkap Abdullah Sani.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah terus menjaga tradisi ini sebagai bentuk dakwah kultural yang tumbuh dari kearifan lokal.
“Kearifan lokal harus kita banggakan. Tradisi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat berpadu harmonis dengan budaya daerah, melahirkan ekspresi masyarakat yang indah,” tutupnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol pelepasan peserta, disambut sorak antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Festival Arakan Sahur 1447 H pun kembali menegaskan posisinya sebagai ikon Ramadan yang dinanti setiap tahun di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan.(cw)






