TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI. ID— Di tengah semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, warga RT 14, Sungai Saren, Kelurahan Bramitam Kiri, Kecamatan Bramitam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, justru menyampaikan keluhan yang memrihatinkan. Sebanyak lima batang pohon pinang hingga kini masih dijadikan penyangga jaringan listrik, dan kondisi ini telah berlangsung selama tiga tahun.
Beberapa pohon pinang tersebut terlihat sudah miring dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, terutama saat diterpa angin kencang atau hujan deras. Lokasi tersebut berada di kawasan permukiman warga, tepatnya di jalur yang mengarah ke Parit 10, sehingga menimbulkan risiko keselamatan bagi siapa saja yang melintas maupun yang tinggal di sekitar lokasi.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, penggunaan pohon pinang sebagai penyangga jaringan listrik ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah memasuki tahun ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di hari kemerdekaan ini, rasanya kami belum merdeka dari ketidak amanan. Jangan sampai menunggu pohonnya roboh terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan. Sudah tiga tahun lebih kami bertahan dengan kondisi seperti ini,” ujarnya kepada awak media, Minggu (23/8/2026).
Warga berharap kelima penyangga jaringan listrik tersebut segera diganti dengan tiang listrik yang memenuhi standar dan kokoh, seperti yang terpasang di wilayah lainnya.
“Harapan kami, tiang listrik ini bisa diganti dengan tiang yang kokoh seperti yang sudah terpasang di wilayah perkotaan, sehingga masyarakat merasa benar-benar aman,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum memperoleh konfirmasi dari dinas atau instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat maupun pihak penyedia layanan listrik mengenai kondisi kelima batang pinang yang digunakan sebagai penyangga jaringan listrik tersebut. (Cw)







