Diduga Material Tak Sesuai, Proyek Jembatan dan Dermaga Desa Teluk Ketapang Diragukan

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjabbarat, Liputanjambi. Id- Proyek rehabilitasi jembatan di RT 06 dan dermaga tambatan perahu di RT 04 Dusun Ketapang Indah, Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Senyerang,Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi teknis. Kondisi ini membuat kualitas dan keamanan proyek menjadi diragukan bagi pengguna.

Berdasarkan pantauan di lapangan, konstruksi jembatan yang seharusnya menggunakan kayu kuat dan kokoh, ternyata diduga menggunakan kayu lembut. Selain itu, sebagian kayu pondasi yang sudah lapuk tidak dilakukan penggantian, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi daya dukung struktur dan mengurangi umur teknis proyek.

Nilai anggaran untuk kedua proyek ini tidak sedikit. yang bersumber dari APBDes Silpa Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Plh. Kepala Desa Teluk Ketapang Zahrul Wafa Ruslan mengaku tidak mengetahui detail proses pembangunan saat dikonfirmasi usai rapat Komisi I DPRD Tanjung Jabung Barat pada Senin (12/01/2026). “Saya menyerahkan seluruh urusan pembangunan kepada perangkat desa, jadi tidak tahu secara langsung mengenai pekerjaan tersebut,” jelasnya.

Salah satu perangkat desa, Frengky, sebelumnya menyatakan bahwa proyek rehab jembatan menggunakan kayu bulian sesuai dengan spesifikasi kontrak. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi aktual yang ditemukan di lokasi pembangunan, di mana terlihat penggunaan kayu lempung yang memiliki kualitas lebih rendah.

Warga Desa Teluk Ketapang mengungkapkan harapan agar Dinas Inspektorat Kabupaten segera melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap proyek ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa, serta menjamin keamanan infrastruktur yang dibangun untuk masyarakat, “ujar seorang warga.(cw)

Berikan Pendapatmu Terkait Berita ini!

Berita Terkait

Dugaan Mutasi PPPK Dipindahkan Kemudian Ditarik Kembali Heboh di Medsos
Beredar Dugaan Monopoli Listrik di Medsos, Ternyata Program Lisdes, Biaya Atas Kesepakatan Warga
Kades Terpilih PAW Tetap Dilantik, Bupati: Namun Tetap Menunggu Penegasan Mendagri
Permasalahan PAW di Berapa Desa, Komisi I DPRD : Menyarankan Pemkab Segera Bersurat Ke Kemendagri Terlebih Dahulu
Desa Kemuning Tanjab Barat: Dari Desa Tersembunyi Jadi Destinasi Kemajuan Berkat Perkebunan dan Kepemimpinan Unggul
Dinas PMD Tanjab Barat Tegaskan PAW dan Pilkades Dilaksanakan Sesuai Pedoman Kemendagri
Dugaan Penjualan Gunakan Mobil PS di Pertashop Adi Jaya Akan Dicek Lapangan
Menanggapi Temuan BPKP Proyek Pintu Air Senilai Rp 700 Juta Lebih , Pengamat: Kontraktor yang Merugikan Negara Harus Dikenai UU Tipikor
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:43 WIB

Dugaan Mutasi PPPK Dipindahkan Kemudian Ditarik Kembali Heboh di Medsos

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:51 WIB

Beredar Dugaan Monopoli Listrik di Medsos, Ternyata Program Lisdes, Biaya Atas Kesepakatan Warga

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:39 WIB

Kades Terpilih PAW Tetap Dilantik, Bupati: Namun Tetap Menunggu Penegasan Mendagri

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:49 WIB

Permasalahan PAW di Berapa Desa, Komisi I DPRD : Menyarankan Pemkab Segera Bersurat Ke Kemendagri Terlebih Dahulu

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:59 WIB

Desa Kemuning Tanjab Barat: Dari Desa Tersembunyi Jadi Destinasi Kemajuan Berkat Perkebunan dan Kepemimpinan Unggul

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:16 WIB

Dugaan Penjualan Gunakan Mobil PS di Pertashop Adi Jaya Akan Dicek Lapangan

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:22 WIB

Menanggapi Temuan BPKP Proyek Pintu Air Senilai Rp 700 Juta Lebih , Pengamat: Kontraktor yang Merugikan Negara Harus Dikenai UU Tipikor

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:31 WIB

Menanggapi Kisruh Perekrutan Tenaga Kerja MBG, Begini Penjelasan Humas Dapur MBG

Berita Terbaru