TANJAB BARAT,LIPUTAN JAMBI. ID– Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, Komando Distrik Militer (Kodim) 0419/Tanjung Jabung memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan armada pemadam serta menyebar personel di pos-pos pengawasan yang tersebar di dua kabupaten.
Komandan Sub Satgas Karhutla Tanjung Jabung Barat, Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., menjelaskan bahwa pihaknya telah menempatkan dua unit mobil pemadam kebakaran di wilayah Tanjung Jabung Barat, serta satu unit mesin pompa air di Tanjung Jabung Timur untuk mempercepat penanganan jika terjadi titik api.
Selain kesiapan sarana, Kodim 0419/Tanjab juga telah mengerahkan personel gabungan ke dalam 24 Pos Siaga Karhutla yang tersebar merata: 15 pos di Tanjung Jabung Barat dan 9 pos lainnya di Tanjung Jabung Timur. Penempatan ini melibatkan sinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) milik perusahaan-perusahaan setempat.
“Sebanyak 15 pos di Tanjab Barat dan 9 pos di Tanjab Timur. Kami bersinergi erat dengan BPBD, sementara pihak perusahaan juga memiliki Regu Pemadam Kebakaran masing-masing,” ujar Zulhiardi saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Selain kesiapan penanganan jika terjadi kebakaran, pihaknya juga gencar melakukan langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi yang dilaksanakan jajaran Koramil bersama unsur terkait langsung ke masyarakat desa.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, dan Polri. Apabila ditemukan titik api, kami bergerak secepat mungkin untuk melakukan pemadaman,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, mencatat hingga saat ini sudah terjadi 56 kasus Karhutla yang tercatat di sejumlah kecamatan. Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak yakni 37 kasus, disusul Renah Mendaluh 16 kasus, Merlung 2 kasus, dan Senyerang 1 kasus.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat pula 389 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di berbagai wilayah dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 40,5 hektare.
Berdasarkan data tersebut, Samsuhadi menegaskan penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan TNI, Polri, pihak perusahaan, hingga seluruh elemen masyarakat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran, agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.(cw)







