KUALA TUNGKAL, LIPUTAN JAMBI.ID– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal terus berkomitmen memberikan bekal kepribadian dan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses reintegrasi sosial dan penyiapan warga binaan kembali ke tengah masyarakat memerlukan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan kerja yang bernilai guna. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR, PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha memberikan pelatihan intensif yang dipandu instruktur profesional. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga meliputi bantuan sarana, prasarana, dan alat kerja guna mengoptimalkan hasil kegiatan di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha. Dukungan ini menjadi angin segar yang memberi harapan baru bagi warga binaan. Di sini mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali keterampilan nyata agar siap menjadi pribadi yang produktif saat kembali ke masyarakat,” ujar Iwan.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Lapas Kuala Tungkal, Juari Maliki, menjelaskan pentingnya program pembinaan yang terintegrasi.
“Kami melihat potensi warga binaan sangat besar jika diarahkan dengan tepat. Melalui pendampingan dari Pertamina ini, mereka diajarkan mengelola usaha secara profesional. Kami berharap keahlian ini bisa menjadi modal usaha mandiri yang konkret setelah masa pidana selesai,” jelas Juari.
Sementara itu, Manager PT Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha, Muhammad Rasyad Barokah, menyatakan program ini bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat secara luas.
“Pertamina ingin menghadirkan manfaat nyata. Kami berikan bekal keterampilan yang halal dan bisa diandalkan. Harapannya, saat mereka kembali ke masyarakat nanti, memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk membuka lembaran hidup yang baru,” ungkap Rasyad.
Melalui sinergi ini, kedua pihak tidak hanya mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat, tetapi juga membangun kembali masa depan dan martabat warga binaan. Nantinya, ketika meninggalkan Lapas, mereka diharapkan keluar sebagai pribadi terampil yang siap berkontribusi bagi lingkungan dan kemajuan daerah.(cw)







