TANJABBARAT, LIPUTANJAMBI.ID– Proyek pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) di Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, sudah mengalami kerusakan meski baru selesai dikerjakan pada Sabtu (13/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan di lingkungan RT 11 itu terkesan dikerjakan secara asal jadi. Jalan tersebut terlihat retak memanjang di beberapa titik.
Dari data yang dihimpun, proyek ini dilaksanakan oleh Ketua Karang Taruna setempat.
“Yang mengerjakan adalah Darmi, selaku Ketua Karang Taruna. Lokasi pekerjaan itu sebagian besar berada di atas tanah miliknya,” ujar salah satu warga.
Warga menyayangkan rendahnya mutu dan kualitas hasil pekerjaan. Mereka menilai proyek yang dibiayai dana publik seharusnya memiliki standar yang baik.
“Seharusnya dengan sistem swakelola, pengerjaannya rapi dan kualitasnya terjamin, bukan malah cepat rusak seperti ini,” protes warga.
Selain masalah kualitas, warga juga mempertanyakan penentuan lokasi pembangunan. Menurut mereka, masih banyak jalan lingkungan lain yang lebih membutuhkan perbaikan dan seharusnya menjadi prioritas.
“Masih banyak jalan rusak di lingkungan lain yang seharusnya didahulukan. Ini malah dibangun di tempat yang hanya ada beberapa rumah saja,” ungkap warga.
Sementara itu, Lurah Bram Itam Kiri Ibrahim saat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan pelaksanaan proyek telah sesuai ketentuan dan melalui proses musyawarah.
“Sebelum dikerjakan, sudah diadakan musyawarah terkait rencana pembangunan jalan rabat beton di RT 11 tersebut,” jelasnya.
Terkait penentuan lokasi yang dinilai kurang tepat sasaran, Ibrahim menjelaskan pembangunan ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan tahun sebelumnya.
“Tanah yang dilewati jalan itu sudah ada pemiliknya masing-masing, bukan hanya milik satu orang saja,” katanya.
Ia juga menyampaikan pertimbangan lain di balik pembangunan jalan tersebut.
“Salah satu alasannya adalah jalan ini menjadi rute terdekat bagi anak-anak menuju sekolah. Sebelumnya jalannya rusak dan sering tergenang air saat hujan,” terang Ibrahim.
Hingga berita ini diterbitkan, Darmi selaku pelaksana pekerjaan belum dapat dimintai keterangan, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon, terkait kondisi jalan yang sudah rusak tersebut.(cw)







