TANJUNG JABUNG BARAT – Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibangun sekitar tahun 2018 di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga saat ini masih menjadi misteri bagi warganya. Alasan utamanya: proyek tersebut bahkan tak pernah beroperasi sepenuhnya, dan pipa yang seharusnya mengalirkan air malah diduga telah dijual.
Salah satu warga Desa Teluk Ketapang yang enggan menyebutkan namanya mengaku kecewa karena harapan mendapatkan air minum bersih yang terjamin terus terhalang. “Gimana kami mau merasakan aliran air PAMSIMAS itu, bang? Pipanya saja sudah dijual di Parit 12 Pudin,” ujar warga tersebut dengan nada kesal.
Keterangan warga itu kemudian dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Zahrul Wafa Ruslan selaku Penjabat Kepala Desa (PJ Kades) Desa Teluk Ketapang. Ia menyatakan bahwa pembangunan PAMSIMAS tersebut memang dilakukan sekitar tahun 2018. “Kalo gak salah tahun 2018 tu, pak,” ucapnya singkat.
Namun, terkait detail masalah pipa yang diduga dijual dan alasan proyek tak pernah beroperasi, Zahrul mengakui bahwa ia masih dalam proses penelusuran. “Dan kalo detailnya, maaf saya juga sedang menelusurinya, mas,” tambahnya.
Warga mengharapkan penjelasan jelas dari pihak terkait mengenai nasib proyek PAMSIMAS yang telah memakan anggaran negara, namun tak memberikan manfaat apapun bagi masyarakat. Masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya pipa dan kegagalan operasional proyek tersebut.(Tim)





