LIPUTAN JAMBI. id– PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) mencatat keberhasilan pengeboran dan uji produksi awal sumur pengembangan Gemah-81, yang menjadi kontribusi nyata sektor hulu migas dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
PCJL mengumumkan bahwa sumur tersebut telah menyelesaikan uji produksi pada 11 Februari 2026 dengan hasil yang sangat baik, sekaligus mencatat efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan estimasi awal proyek.
Sumur Gemah-81 dirancang dengan tiga target reservoir, dengan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD). Hasil pengujian menunjukkan performa produksi yang kuat, dengan laju alir gas mencapai 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan produksi kondensat sekitar 400 barel per hari. Capaian ini memperlihatkan potensi reservoir yang solid dan menambah pasokan energi domestik di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat.
Gas dan kondensat dari sumur tersebut direncanakan segera dialirkan ke fasilitas produksi eksisting Gemah Station dalam waktu sekitar dua minggu melalui pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter. Integrasi cepat ke infrastruktur yang sudah tersedia memungkinkan percepatan monetisasi produksi sekaligus mendukung kesinambungan suplai energi tanpa pembangunan fasilitas besar tambahan.
Selain keberhasilan teknis, proyek ini juga menonjol dari sisi efisiensi operasional. Kegiatan pengeboran berlangsung aman tanpa insiden keselamatan kerja, dengan realisasi biaya sekitar USD5,32 juta atau setara dengan 85 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas. Disiplin biaya tersebut mencerminkan optimalisasi desain pengeboran, perencanaan matang, dan koordinasi operasional yang efektif.
Efisiensi dan kinerja produksi Gemah-81 dinilai selaras dengan agenda nasional untuk meningkatkan produksi migas domestik sebagai fondasi ketahanan energi. Dalam konteks transisi energi, gas bumi tetap memegang peran strategis sebagai sumber energi yang andal dan relatif lebih bersih, sehingga pengembangan lapangan gas menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan energi Indonesia.
Keberhasilan ini juga menjadi pijakan bagi program pengeboran lanjutan. Dalam waktu dekat, PCJL akan melanjutkan pengeboran dua sumur tambahan, yaitu Gemah-85 dan NEB-85 ST, guna menjaga momentum peningkatan produksi. Langkah tersebut memperlihatkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung stabilitas pasokan energi nasional.
Dengan kombinasi performa teknis yang kuat, standar keselamatan yang terjaga, serta efisiensi biaya, sumur Gemah-81 menjadi contoh operasi hulu migas yang dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan energi nasional. Capaian ini memperkuat optimisme bahwa pengelolaan sumber daya domestik yang efektif dapat menjadi pilar penting bagi kemandirian energi Indonesia di masa depan. (CW)






