TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.ID — Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hermansyah, S.STP., M.H., membuka sekaligus menjadi narasumber Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Penguatan Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP), Rabu (2/9), di Hotel Ar Riyadh, Kuala Tungkal.
Hermansyah menegaskan pembangunan kesehatan bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan. “Pelayanan kesehatan harus benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat, tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki 16 puskesmas dan sekitar 280 posyandu aktif yang menjangkau 13 kecamatan, 114 desa, dan 20 kelurahan. Jaringan ini menjadi modal utama penguatan ILP yang mengutamakan pendekatan promotif dan preventif, tidak hanya berorientasi pengobatan saat sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan ILP tahun 2026 mendapat dukungan dana hibah Global Fund melalui Kementerian Kesehatan, dengan Puskesmas Rawat Inap Teluk Nilau ditetapkan sebagai lokus program Scale Up ILP.
Kepala Dinas Kesehatan Sihala Simatupang, S.K.M., M.P.H., menjelaskan transformasi layanan primer merupakan pilar pertama Transformasi Sistem Kesehatan yang dicanangkan Kemenkes sejak 2022. Pelayanan diintegrasikan dari desa dan kelurahan melalui posyandu hingga puskesmas, mencakup seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi hingga lansia.
Hermansyah meminta Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan SDM. Standar pelayanan ILP harus berjalan optimal hingga ke fasilitas terdekat masyarakat. OPD lintas sektor diminta dukungan sesuai kewenangan, sedangkan camat, kepala desa, dan lurah didorong aktif menggerakkan serta mensosialisasikan layanan kepada warga.
“Integrasi pelayanan kesehatan membutuhkan kerja bersama. Masing-masing sektor harus mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya agar pelayanan yang diberikan benar-benar terintegrasi,” pungkasnya.
Rakor diikuti 72 peserta, terdiri narasumber dari Setda dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (cw)







