Bidang Aset Turun ke Desa Tanjung Senjulang ,Terkait Dugaan Penjualan Aset Negara

Bidang Aset Turun ke Desa Tanjung Senjulang ,Terkait Dugaan Penjualan Aset Negara


Tanjabbar,liputanjambi.id -Menindaklanjuti Dugaan penjualan aset negara di Desa Tanjung Senjulang bidang aset Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat langsung turunkan Tim melakukan pengecekan di Desa Tanjung Senjulang.

"Tim kita kemarin sudah turun kelokasi lakukan kroscek terkait penjualan aset Desa Tanjung Senjulang, kecamatan Baram Itam, kabupaten Tanjab Barat,"terang Maulana.

Pria dengan ciri khas rambut berontos yang biasa di sapa Maulana ini juga mengatakan, hasilnya belum diketahui karena tim masih berada di lapangan, " sebutnya saat dikonfirmasi melalui via telepon (15/2).

Ia juga menyebutkan hasil  nantinya akan disampaikan tim ke bidang untuk tidak lanjut dari hasil temuan di lapangan.

" Setelah disampaikan tim yang turun ke bidang, nanti hasilnya akan kita teruskan ke inspektorat Tanjab Barat, " tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Beredar kabar ditengah masyarakat Desa Tanjung Senjulang, kecamatan Bram Itam, kabupaten Tanjab Barat, terkait penjualan aset desa berupa mesin lampu milik kantor desa.

Bedasarkan informasi yang di himpun dari berapa sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan mengatakan,mesin yang dijual merupakan aset pemerintah berupa bantuan mesin genset.

" Mesin tersebut bantuan dimasa kepemimpinan kades sebelumnya, ini di jual oleh oknum Desa, apakah boleh seperti itu, " ujarnya.

Menurutnya juga, warga merasa kecewa setelah mengetahui adanya penjualan aset desa yang tadinya merupakan bantuan dari pemerintah.

" Ini sangat memalukan aset yang seharusnya di jaga dan dipelihara malah di jual, " sebutnya kecewa. (8/2).

Sayangnya kepala Desa Tanjung Senjulang, sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait penjualan aset desa berupa mesin tersebut.

Baik itu dikonfirmasi secara langsung maupun melalui via WhatsApp belum di respon. Hingga berita ini diterbitkan kepala desa Tanjung Senjulang diam alias bungkam, sehingga belum di ketahui siapa oknum yang telah menjual aset pemerintah kabupaten Tanjab Barat tersebut. (CR7)