Tanjab Barat, –Seorang warga pengendara motor mengalami kecelakaan tunggal,saat melintasi jembatan darurat di Desa pulau Pinang,Rabu (2/3/25).
Sebelum nya kecelakaan hal serupa tejadi di pari gantung simpang teluk nilau, Selasa (1/4/2025) sore.
Peristiwa terjadi saat korban melintasi jembatan darurat yang dibuat dari kayu oleh pihak pelaksana proyek.
Menurut pengakuan salah seorang warga setempat yang turut melakukan evakuasi, mengatakan, kejadian bermula disaat korban ingin menyeberangi jembatan darurat itu dengan menggunakan kendaraan roda dua,Namun naas disaat posisi kendaran berada persis ditengah jembatan korban jatuh bersama kendaraannya.
Kondisi korban mengalami luka lecet dan sesak napas,sementara kendaraan yang digunakan korban mengalami rusak.
Menanggapi peristiwa tersebut seorang masyarakat setempat, Ketika ditemui media ini, mengatakan jembatan darurat yang dibuat tersebut terkesan asal-asallan tanpa memikirkan keselamatan penguna jalan dan minim rambu peringatan yang dipasang oleh Pemerintah Kabupaten , hingga memakan korban.
Ia menambahkan, "saya menilai Pemkab dalam hal ini sudah terkesan lalai karena terkesan membiarkan seenaknya kontraktor pelaksana mengerjakan jembatan darurat sesuka hatinya.hingga akibat nya menelan korban," pungkasnya.
Dimana ketahui proyek pembangunan oprit Jembatan tersebut menelan uang rakyat sebesar Rp 700 juta dari anggaran APBD Murni Kabupaten Tanjab Barat.
Sementara terkait peristiwa dua kecelakaan akibat jembatan darurat proyek yang dibuat kontraktor pelaksana itu, pihak-pihak terkait belum bisa untuk di konfirmasi. (Cr7)