TANJAB BARAT,Liputan jambi.id– Gelombang protes keras melanda pihak mitra penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Pasca ditemukannya roti hampir kedaluwarsa (near-expired) dan telur busuk dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG), para wali murid mendesak pihak penyedia untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada publik dan orang tua siswa.
Para orang tua menilai, pengakuan pihak penyedia soal kelalaian saja tidak cukup untuk menebus risiko kesehatan yang sempat mengancam ribuan siswa di SD Negeri 05 Kuala Tungkal dan SMA Negeri 1 Tanjabbar.
Kemarahan wali murid memuncak setelah mengetahui adanya dugaan manipulasi label tanggal kedaluwarsa pada produk roti. Alasan yang dikemukakan pihak penyedia bahwa tanggal kedaluwarsa dimajukan agar roti segera dikonsumsi dianggap sebagai pembodohan publik.
“Kami mendukung program pemerintah, tapi kami tidak terima jika anak-anak kami dijadikan ‘kelinci percobaan’ untuk mengonsumsi roti dengan masa kedaluwarsa yang sangat mepet (near-expired) hingga produk tanpa label produksi,” tegas salah satu wali murid SD Negeri 05 dengan nada geram, Senin (24/2/2026). “Pihak penyedia harus minta maaf secara resmi. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kami!”
Berdasarkan investigasi dan laporan wali murid, ditemukan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan pada distribusi periode 23–25 Februari 2026:
– Varian Bolu Labu Kuning: Tertera tanggal kedaluwarsa 24-02-2026. Produk ini dinilai sangat berisiko karena didistribusikan pada periode yang sama dengan batas waktu konsumsinya.
– Varian Kacang Hijau/Merah: Ditemukan tanpa label tanggal kedaluwarsa. Lebih parah lagi, tekstur roti terpantau sudah mengeras, yang mengindikasikan produk tersebut adalah stok lama.
– Varian Roti Keju: Memiliki batas kedaluwarsa 25-02-2026, yang juga dianggap terlalu riskan untuk dikonsumsi anak-anak sekolah.
– Telur Busuk: Ditemukan pada paket makan siang siswa SMA Negeri 1 Tanjabbar, yang diakui pemasok sebagai kesalahan manusia (human error) saat pengepakan. (Cw)






