Wali Murid Kuala Tungkal Protes Keras: Penyedia MBG Diminta Minta Maaf Terbuka Soal Roti Near-Expired dan Telur Busuk

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJAB BARAT,Liputan jambi.id– Gelombang protes keras melanda pihak mitra penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Pasca ditemukannya roti hampir kedaluwarsa (near-expired) dan telur busuk dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG), para wali murid mendesak pihak penyedia untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada publik dan orang tua siswa.

Para orang tua menilai, pengakuan pihak penyedia soal kelalaian saja tidak cukup untuk menebus risiko kesehatan yang sempat mengancam ribuan siswa di SD Negeri 05 Kuala Tungkal dan SMA Negeri 1 Tanjabbar.

Kemarahan wali murid memuncak setelah mengetahui adanya dugaan manipulasi label tanggal kedaluwarsa pada produk roti. Alasan yang dikemukakan pihak penyedia bahwa tanggal kedaluwarsa dimajukan agar roti segera dikonsumsi dianggap sebagai pembodohan publik.

“Kami mendukung program pemerintah, tapi kami tidak terima jika anak-anak kami dijadikan ‘kelinci percobaan’ untuk mengonsumsi roti dengan masa kedaluwarsa yang sangat mepet (near-expired) hingga produk tanpa label produksi,” tegas salah satu wali murid SD Negeri 05 dengan nada geram, Senin (24/2/2026). “Pihak penyedia harus minta maaf secara resmi. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kami!”

Berdasarkan investigasi dan laporan wali murid, ditemukan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan pada distribusi periode 23–25 Februari 2026:

– Varian Bolu Labu Kuning: Tertera tanggal kedaluwarsa 24-02-2026. Produk ini dinilai sangat berisiko karena didistribusikan pada periode yang sama dengan batas waktu konsumsinya.

– Varian Kacang Hijau/Merah: Ditemukan tanpa label tanggal kedaluwarsa. Lebih parah lagi, tekstur roti terpantau sudah mengeras, yang mengindikasikan produk tersebut adalah stok lama.

– Varian Roti Keju: Memiliki batas kedaluwarsa 25-02-2026, yang juga dianggap terlalu riskan untuk dikonsumsi anak-anak sekolah.

– Telur Busuk: Ditemukan pada paket makan siang siswa SMA Negeri 1 Tanjabbar, yang diakui pemasok sebagai kesalahan manusia (human error) saat pengepakan. (Cw)

Berita Terkait

Mutu Dipertanyakan: Jalan Rabat Beton DAU Bram Itam Kiri Baru Jadi Sudah Retak
Lapas Kuala Tungkal Gandeng Pertamina Bekali Keterampilan Warga Binaan
JMSI Jambi Lakukan Audiensi Perdana dengan Gubernur Al Haris
Bupati Anwar Sadat Dukung Program Pilah Sampah dan Daur Ulang di Muara Papalik
Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar “Bola Gembira”Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat
Terulang Lagi Portal Pembatas Muatan di Jalan Semau Rusak Diterobos Kendaraan Tinggi
Komisi III DPRD Tanjab Barat Akan Koordinasi Tindak Lanjut Temuan BPKP
BPS & Pemkab Tanjab Barat Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:44 WIB

Mutu Dipertanyakan: Jalan Rabat Beton DAU Bram Itam Kiri Baru Jadi Sudah Retak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:42 WIB

Lapas Kuala Tungkal Gandeng Pertamina Bekali Keterampilan Warga Binaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:59 WIB

JMSI Jambi Lakukan Audiensi Perdana dengan Gubernur Al Haris

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:53 WIB

Bupati Anwar Sadat Dukung Program Pilah Sampah dan Daur Ulang di Muara Papalik

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:55 WIB

Kodim 0419/Tanjab Gelar Nobar “Bola Gembira”Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:24 WIB

Komisi III DPRD Tanjab Barat Akan Koordinasi Tindak Lanjut Temuan BPKP

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:03 WIB

BPS & Pemkab Tanjab Barat Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kebanggaan Tanjab Barat: Pinang Betara Resmi Bersertifikat IG

Berita Terbaru