LIPUTAN JAMBI. ID– Potensi eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan tangan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pasca pelaksanaan event Persit BISA 2 Tahun 2026, produk-produk UMKM berbasis serat alam ini semakin dikenal dan menerima lonjakan permintaan dari berbagai daerah.
Salah satu pengrajin yang sukses memanfaatkan momen tersebut adalah Ny. Ana Riko. Melalui sentuhan tangan yang terampil dan inovatif, tanaman air yang sering dianggap gulma ini diubah menjadi aneka produk bernilai ekonomi tinggi. Keranjang buah, placemat, hingga hiasan dinding menjadi produk unggulan yang kini laris manis di pasaran.
“Setelah mengikuti event tersebut, respon pasar sangat positif. Banyak pesanan masuk tidak hanya dari sekitar wilayah , tapi juga dari luar kota,” ujar Ny. Ana Riko.
Keberhasilan industri kerajinan ini tidak hanya berdampak pada keuntungan usaha semata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat. Keberadaan usaha ini turut memberdayakan warga sekitar dan membuka peluang kerja baru.
Untuk menjaga momentum kesuksesan ini dan memperluas jangkauan pasar, beberapa strategi dinilai perlu terus dikembangkan. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu kunci efektif dalam promosi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Selain itu, inovasi produk menjadi hal krusial agar kerajinan eceng gondok memiliki daya saing yang kuat. Pembuatan desain-desain unik dan variasi produk baru diharapkan dapat terus menarik minat pembeli.
Tak kalah penting, kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan besar, juga menjadi langkah strategis. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi, sekaligus membuka peluang akses menuju pasar internasional.
Dengan potensi yang besar dan dukungan yang tepat, kerajinan eceng gondok diproyeksikan akan terus berkembang dan menjadi salah satu ikon produk unggulan daerah yang berkelanjutan.(cw)






