TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.id– Di usia yang tidak lagi muda, Izwar, kepala rumah tangga di RT 13, Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam Kiri, masih harus bekerja keras menyambung hidup dengan pekerjaan yang tidak tetap demi menafkahi keluarganya. Meski penghasilan tak menentu, ia tetap berpegang teguh pada prinsip mencari nafkah dengan cara yang halal. Namun, di balik usahanya itu, ada harapan besar yang ia gantungkan kepada pemerintah daerah mendapatkan hunian yang layak untuk keluarganya.
Keluarga Izwar terdiri dari lima orang, di mana salah satu anggota keluarganya mengalami keterbelakangan mental dan membutuhkan perhatian khusus. Kondisi rumah tempat mereka tinggal saat ini dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak huni, yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan penghuni, terutama bagi anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus tersebut.
“Pekerjaan sehari-hari saya menyambung hidup, tidak tetap yang penting halal. Terkadang saya menjual es tebu, dan terkadang saya bekerja ikut orang lain,” ungkap Izwar saat ditemui di kediamannya.
Izwar menceritakan bahwa meskipun keluarganya sudah tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan perbaikan atau bedah rumah yang sangat mereka butuhkan hingga saat ini belum juga terealisasi. Padahal, menurutnya, pihak kelurahan sudah berulang kali datang ke lokasi untuk mengecek dan mendata kondisi rumahnya.
“Dari pihak kelurahan sudah sering kali mendata kondisi rumah kami, namun hingga saat ini belum ada realisasi bantuan bedah rumah,” tambahnya.
Kondisi ini membuat Izwar dan keluarganya semakin berharap agar pemerintah daerah dapat melihat dan mempertimbangkan kondisi mereka secara khusus. Ia berharap mendapatkan kesempatan yang sama seperti warga lainnya yang telah menerima bantuan bedah rumah.
“Kita berharap kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan bantuan bedah rumah, sama seperti masyarakat lainnya yang menerima bantuan tersebut. Kami sangat membutuhkan hunian yang layak dan aman untuk tinggal, terutama untuk anggota keluarga kami yang mengalami keterbelakangan mental,” harap Izwar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan atau pemerintah daerah terkait hal ini . Pihak media akan terus memantau dan berharap adanya solusi yang segera diberikan pemerintah demi kesejahteraan keluarga yang bersangkutan.(cw)






