Liputan Jambi. id-Sebuah kabar duka menimpa dunia pelayaran. Seorang penumpang kapal Roro rute Tungkal-Batam dilaporkan meninggal dunia saat tengah melakukan perjalanan.
Informasi ini pertama kali viral melalui unggahan di media sosial, yang menyebutkan bahwa korban meninggal dunia saat masih berada di atas kapal.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kuala Tungkal, IPTU Widiharto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangannya, korban mulai mengeluh sakit dan sesak napas ketika posisi kapal sudah berjarak sekitar tiga hingga empat jam menuju Batam.
“Di perjalanan sudah dekat Batam, sekitar 3 atau 4 jam mendekati Batam, korban sakit dan sesak napas. Yang bersangkutan adalah penumpang yang membawa kendaraan,” ujar Widiharto, minggu (05/04/2026).
Dijelaskannya lebih lanjut, pihak pengelola kapal segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor ASDP Batam serta menghubungi Basarnas. Jenazah kemudian dijemput langsung di atas kapal oleh tim Basarnas agar tidak harus menunggu kapal bersandar yang rencananya baru akan tiba pukul 12.00 WIB.
“Sampai saat ini informasi lain belum ada,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Kuala Tungkal, Soleh, juga membenarkan peristiwa itu. Diketahui korban merupakan seorang sopir pribadi.
“Ditanya sakit apa? Kurang tahu sakitnya apa, tapi pihak kita sudah memberikan penanganan,” ujar Soleh.
Dalam kesempatan tersebut, pihak ASDP juga memberikan himbauan kepada seluruh calon penumpang kapal Roro. Mengingat durasi perjalanan yang cukup lama, yakni mencapai 18 jam, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri berangkat jika kondisi kesehatan sedang tidak fit.
“Kalau memang kondisi kurang sehat, jangan memaksa berangkat dulu. Karena perjalanan kapal itu 18 jam,” tegasnya.
Soleh juga menegaskan harapannya agar dinas terkait dapat menambah fasilitas dan pelayanan kesehatan di area Pelabuhan Penyeberangan Roro Kuala Tungkal demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.(cw)






