LIPUTANJAMBI. ID-Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat. Sektor ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif.
Di tengah dinamika tersebut, kisah perjuangan para pelaku UMKM sering kali lahir dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang berkat kerja keras, kreativitas, dan ketekunan. Salah satu contoh nyata dapat dilihat dari perjalanan usaha kerajinan keranjang buah berbahan dasar eceng gondok yang dikembangkan oleh Ny. Riko, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjung Jabung.
Sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus istri prajurit, Ny. Riko berupaya memanfaatkan waktu luang dan keterampilannya untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketertarikan terhadap kerajinan tangan menjadi titik awal berdirinya usaha ini. Dengan memanfaatkan tanaman eceng gondok yang banyak tumbuh di perairan sekitar, ia mulai bereksperimen mengolah tanaman tersebut menjadi bahan kerajinan.
Eceng gondok yang selama ini sering dipandang sebagai gulma perairan, ternyata memiliki serat yang kuat dan fleksibel sehingga sangat cocok untuk dianyam. Melalui proses pengeringan yang tepat, pemilahan bahan, serta teknik penganyaman yang teliti, tanaman tersebut berhasil diubah menjadi produk yang fungsional dan memiliki daya tarik tersendiri.
Proses pembuatannya pun tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap tahapan mulai dari pengumpulan bahan baku, pengeringan, hingga penganyaman dan pembentukan, semuanya dikerjakan secara manual. Hal inilah yang menjadikan setiap produk memiliki karakteristik unik dan mencerminkan sentuhan tangan pengrajin.
Dalam menjalankan usahanya, Ny. Riko tidak lepas dari berbagai tantangan yang umum dialami pelaku UMKM, seperti keterbatasan akses pemasaran, waktu produksi yang cukup lama, hingga fluktuasi permintaan pasar.
Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Dengan keinginan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas produk, ia berupaya memperluas jangkauan pemasaran, termasuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Perjalanan usaha ini tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan diri serta optimalisasi sumber daya alam di lingkungan sekitar. Tanaman yang sebelumnya dianggap pengganggu, kini bertransformasi menjadi barang berguna yang memiliki nilai jual.
Dukungan dari organisasi Persit Kartika Chandra Kirana turut menjadi motivasi besar bagi Ny. Riko. Melalui pembinaan dan arahan yang diberikan, anggota didorong untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kreatif dan produktif.
Saat ini, usaha kerajinan keranjang buah eceng gondok tersebut tengah dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan “Persit Bisa 2”. Ajang ini menjadi wadah bagi para anggota untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta potensi usaha yang dimiliki.
Produk karya Ny. Riko dipercaya menjadi salah satu unggulan yang mewakili Kodim 0419/Tanjung Jabung dalam naungan Koorcab Rem 042 PD XX/Tuanku Imam Bonjol.
Partisipasi ini bukan hanya sekadar memperkenalkan produk ke masyarakat luas, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para ibu Persit dalam mengembangkan usaha mandiri. Keranjang eceng gondok bukan sekadar barang kerajinan, melainkan representasi dari nilai ketekunan, kreativitas, dan semangat kemandirian.
Pada akhirnya, kisah ini membuktikan bahwa potensi lokal yang sederhana dapat berkembang menjadi usaha bernilai tinggi jika dikelola dengan kesungguhan. Dari niat baik dan karya nyata, lahir manfaat yang luas bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.(cw)






