TANJAB BARAT,LIPUTAN JAMBI. id– Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa atau uji kompetensi bahasa bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat, Senin (20/04).
Kehadiran Bupati menjadi wujud dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.
Dalam sambutannya, Anwar Sadat menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada para santri yang berani menempuh pendidikan hingga ke tingkat internasional. Ia menegaskan, Universitas Al-Azhar merupakan salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia yang dikenal dengan prinsip moderasi beragama atau wasathiyah.
“Para peserta diharapkan dapat mengikuti ujian ini dengan penuh konsentrasi agar memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Sebanyak 14 peserta mengikuti ujian tersebut, terdiri dari 11 santriwan dan 3 santriwati. Ujian Tahdid Mustawa merupakan tahapan penting yang wajib dilalui untuk mengukur kemampuan bahasa Arab sebagai bekal utama memahami materi perkuliahan di Kairo.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan ini, antara lain melalui penyediaan akses internet oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Pemerintah juga membuka peluang pemberian bantuan atau beasiswa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, baik melalui Kementerian Agama maupun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Pemerintah daerah menyambut baik upaya peningkatan kualitas SDM ini. Kami juga mengapresiasi terbentuknya Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren yang saat ini beranggotakan sekitar 38 pesantren di Tanjab Barat. Diharapkan kegiatan ini memotivasi santri lain untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ustaz Hamdani, Lc., M.Ag., menyampaikan pentingnya peran forum tersebut sebagai motor penggerak. Hal ini untuk menjembatani santri potensial, khususnya di daerah pelosok yang memiliki keinginan kuat studi ke Mesir namun terkendala akses informasi.
“Kami siap mendampingi santri dari seluruh pesantren agar memiliki kesempatan sama untuk menembus Al-Azhar maupun perguruan tinggi lainnya di Timur Tengah,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri anggota DPRD, perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Kemenag Tanjab Barat, Baznas, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.(cw)






