Aksi Tanam Pohon Serentak Jambi Digelar, Wabup Katamso: Lindungi Ekosistem dan Cegah Bencana
TANJAB BARAT, LIPUTAN JAMBI.id- Provinsi Jambi menggelar Gerakan Penanaman Pohon Serentak yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya, Rabu (28/1/2026). Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., bersama unsur Forkopimda dan pejabat pemerintah di area Sport Center Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid dengan pusat lokasi di sempadan Sungai Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, turut diikuti secara virtual oleh Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Staf Ahli Ir. Nur Adi Wardojo, Gubernur Jambi Al Haris, serta para kepala daerah se-Provinsi Jambi. Sebanyak 201.274 bibit pohon kehutanan berhasil ditanam secara serentak di seluruh wilayah Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa penanaman pohon merupakan upaya krusial untuk melindungi ekosistem dan mencegah berbagai bencana alam.
“Selama ini kita lebih banyak mengambil daripada menanam. Padahal pohon berperan penting menjaga stabilitas tebing sungai, mengurangi risiko banjir, serta menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Al Haris.
Ia juga mengingatkan akan potensi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan kemungkinan masuknya fenomena El Nino.
“Kondisi kering yang berkepanjangan dapat memicu karhutla. Oleh karena itu, penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai dan area rawan erosi harus terus dilakukan secara terencana,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan 20 ribu benih ikan patin kepada kelompok tani untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo mengapresiasi langkah Provinsi Jambi, menyatakan bahwa gerakan ini harus menjadi budaya dan bukan hanya acara seremonial. Ia menyoroti meningkatnya kejadian bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pada November 2025, serta Bandung Barat.
“Kerusakan lingkungan secara langsung meningkatkan risiko bencana. Upaya penanaman pohon dan pemulihan tutupan lahan di Jambi merupakan intervensi nyata yang terbukti ilmiah dapat menurunkan risiko bencana di seluruh wilayah aliran sungai,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Jambi berpotensi menjadi role model nasional dalam gerakan penanaman pohon yang terkoordinasi dan masif.
Di sisi lain, Wabup Katamso menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan penanaman simbolis sebanyak 200 bibit pohon di halaman belakang GOR Pemenggis. Selain itu, telah direncanakan penanaman lanjutan sebanyak 3.200 batang pohon di Kecamatan Batang Asam dengan dukungan dari perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
“Kita juga telah melakukan penanaman sekitar 3.000 bibit mangrove di wilayah pesisir pada tahun 2025, seluas kurang lebih 2.100 hektare, melalui kerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI, POLRI, perguruan tinggi, dan organisasi lingkungan seperti WARSI serta LKBN Antara Jambi,” ujar Katamso.
Wabup Katamso berharap gerakan ini dapat terus berlanjut sebagai program berkelanjutan, sehingga upaya melindungi ekosistem dan mencegah bencana di Tanjung Jabung Barat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.(cw)




