Desa Kemuning Tanjab Barat: Dari Desa Tersembunyi Jadi Destinasi Kemajuan Berkat Perkebunan dan Kepemimpinan Unggul

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG JABUNG BARAT,LIPUTANJAMBI.ID – Dahulu hanya dikenal sebagai desa terpencil yang terletak jauh dari jantung ibu kota kabupaten, Desa Kemuning di Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini bertransformasi menjadi contoh desa yang maju. Perubahan tersebut tak lepas dari peran perkebunan sebagai motor penggerak ekonomi dan kepemimpinan yang unggul yang terus mendorong kemajuan daerah.

Didirikan sekitar tahun 1950 oleh para perantau asal Kalimantan Selatan yang membuka lahan hutan menjadi pemukiman, Desa Kemuning awalnya hanya mengandalkan perkebunan kelapa dan pinang sebagai sumber penghidupan utama. Seiring berjalannya waktu, kedatangan masyarakat dari suku lain seperti Jawa memperkaya keragaman sosial dan mendorong perkembangan lebih lanjut.

Dengan dukungan kemajuan teknologi dan kepemimpinan kepala desa yang memiliki pola pikir cemerlang serta niat tulus untuk kemajuan, desa ini mulai menunjukkan perkembangan pesat. Sekitar 76% wilayah desa kini digunakan sebagai lahan perkebunan yang tidak hanya meliputi kelapa dan pinang, tetapi juga kelapa sawit yang menjadi komoditas utama yang mendongkrak perekonomian masyarakat.

Secara administratif, Desa Kemuning terbagi menjadi dua dusun yaitu Dusun Suka Damai dan Dusun Permata Indah, dengan delapan Rukun Tetangga (RT 01 hingga RT 08). Penduduknya yang heterogen hidup rukun dengan mayoritas memeluk agama Islam dan kondisi sosial ekonomi yang relatif merata. Kecamatan Bram Itam yang menjadi wilayah desa ini bahkan memiliki semboyan “Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan” yang mencerminkan semangat kerja sama masyarakat.

Tak hanya unggul di sektor ekonomi, Desa Kemuning juga telah menorehkan berbagai prestasi dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Kolaborasi erat antara perangkat desa, berbagai pihak terkait, dan seluruh masyarakat setempat menjadi kunci utama kesuksesan yang membuat desa yang dulunya tersembunyi kini dikenal secara luas oleh publik.

“Kami tidak hanya fokus pada perkembangan ekonomi melalui perkebunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” ujar salah satu perangkat desa saat dihubungi. “Semua kemajuan ini hasil kerja sama kita bersama masyarakat yang selalu mendukung langkah-langkah pembangunan desa.”(tim)

Berikan Pendapatmu Terkait Berita ini!

Berita Terkait

Dugaan Mutasi PPPK Dipindahkan Kemudian Ditarik Kembali Heboh di Medsos
Beredar Dugaan Monopoli Listrik di Medsos, Ternyata Program Lisdes, Biaya Atas Kesepakatan Warga
Kades Terpilih PAW Tetap Dilantik, Bupati: Namun Tetap Menunggu Penegasan Mendagri
Permasalahan PAW di Berapa Desa, Komisi I DPRD : Menyarankan Pemkab Segera Bersurat Ke Kemendagri Terlebih Dahulu
Dinas PMD Tanjab Barat Tegaskan PAW dan Pilkades Dilaksanakan Sesuai Pedoman Kemendagri
Dugaan Penjualan Gunakan Mobil PS di Pertashop Adi Jaya Akan Dicek Lapangan
Menanggapi Temuan BPKP Proyek Pintu Air Senilai Rp 700 Juta Lebih , Pengamat: Kontraktor yang Merugikan Negara Harus Dikenai UU Tipikor
Menanggapi Kisruh Perekrutan Tenaga Kerja MBG, Begini Penjelasan Humas Dapur MBG
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:43 WIB

Dugaan Mutasi PPPK Dipindahkan Kemudian Ditarik Kembali Heboh di Medsos

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:51 WIB

Beredar Dugaan Monopoli Listrik di Medsos, Ternyata Program Lisdes, Biaya Atas Kesepakatan Warga

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:39 WIB

Kades Terpilih PAW Tetap Dilantik, Bupati: Namun Tetap Menunggu Penegasan Mendagri

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:49 WIB

Permasalahan PAW di Berapa Desa, Komisi I DPRD : Menyarankan Pemkab Segera Bersurat Ke Kemendagri Terlebih Dahulu

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:59 WIB

Desa Kemuning Tanjab Barat: Dari Desa Tersembunyi Jadi Destinasi Kemajuan Berkat Perkebunan dan Kepemimpinan Unggul

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:16 WIB

Dugaan Penjualan Gunakan Mobil PS di Pertashop Adi Jaya Akan Dicek Lapangan

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:22 WIB

Menanggapi Temuan BPKP Proyek Pintu Air Senilai Rp 700 Juta Lebih , Pengamat: Kontraktor yang Merugikan Negara Harus Dikenai UU Tipikor

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:31 WIB

Menanggapi Kisruh Perekrutan Tenaga Kerja MBG, Begini Penjelasan Humas Dapur MBG

Berita Terbaru