Diduga Alur Sungai di Desa Suban Kecamatan Batang Asam Tercemar Limbah Perusahaan, DLH Turun ke Lokasi, Pihak Perusahaan Masih Bungkam

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjab Barat, Liputan Jambi.id – Dugaan pencemaran alur sungai di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Provinsi Jambi, yang diduga berasal dari limbah perusahaan PT Persada Alam Jambi (PT PAJ) menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA.SE.ME, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (3/3/26) siang, mengatakan bahwa informasi mengenai dugaan pencemaran telah diterima pada hari Minggu sebelumnya dan sudah ditindaklanjuti. “Kami sudah dapat informasi tersebut dan telah ditindaklanjuti ke Sekda, dan Pak Sekda sudah perintahkan OPD terkait untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Terpisah pada hari yang sama, Pelaksana Tugas (Pltu) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) H. Firdaus Khatab membenarkan adanya dugaan pencemaran dan menyatakan bahwa tim bagian limbah DLH sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel. “Hasil tim lakukan pengecekan di lapangan kemarin, kita ambil sampel dan mengecek ke lab independen di Jambi, karena kita tidak punya lab,” jelasnya.

Menurut Firdaus, kejadian dugaan pencemaran terjadi pada hari Jumat subuh. Tim DLH juga sekaligus mengecek dua perusahaan di lokasi, yaitu PT PAJ dan Portius. “Ditemukan tim di PT PAJ ini ada kelalaian mereka, pompa mereka itu ada terjadi gangguan teknis, sehingga ada hasil limbah mereka yang mengalir beberapa waktu ke alur parit mereka,” ucapnya.

Menurut keterangan tim DLH, aliran limbah dari pompa yang rusak tersebut mencapai sekitar 600 meter di dalam parit milik PT PAJ. Sementara itu, setelah dilakukan pengecekan di Portius yang berada di sebelah PT PAJ, tidak ditemukan adanya pencemaran. “Aliran air ini tadi bertemu di Portius dan di ujung Portius itu ada alur lubuk larangan yang bersatu dengan sungai. Memang yang tercemar itu yang di parit mereka lebih kurang 600 meter, tidak sampai melewati Portius. Setelah di cek, di sepanjang anak parit yang di Portius itu tidak terjadi pencemaran dari limbah mereka. Artinya masih dalam lingkup perusahaan PT PAJ,” tambahnya.

Langkah Tindak Lanjut DLH Kabupaten kata Firdaus,
DLH Kabupaten Tanjab Barat telah mengambil sejumlah langkah tindak lanjut terkait dugaan pencemaran ini, antara lain.Meminta perusahaan membersihkan parit saluran mereka yang terkena luapan limbah akibat kerusakan pompa,Meminta perusahaan memberikan kompensasi kepada beberapa masyarakat yang tinggal di sekitar parit tersebut,Memerintahkan perbaikan pompa yang rusak dan melarang perusahaan beroperasi terlebih dahulu sebelum perbaikan selesai,Menunggu hasil laboratorium terhadap sampel air yang diambil untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran.

Firdaus juga menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya gangguan berupa kematian ikan di, sungai. DLH juga telah memberikan teguran kepada PT PAJ. Sanksi lain masih menunggu hasil laboratorium untuk ditetapkan lebih lanjut. Selain itu, DLH secara berkala melakukan pembinaan di kolam-kolam limbah perusahaan, dan PT PAJ juga telah melaporkan kondisi limbahnya sesuai ketentuan, yaitu 6 bulan sekali.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat, perubahan warna dan bau tidak sedap pada air sungai mulai terlihat dan tercium sejak beberapa hari lalu. warga juga mengaku ada ikan yang mati.

“Air sungai ini warnanya berubah menjadi keruh dan ada bau yang menyengat. Kami takut kalau ini berdampak buruk bagi tanaman kami dan juga ikan-ikan di sungai,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya media untuk menghubungi pihak PT PAJ guna meminta konfirmasi dan keterangan terkait dugaan pencemaran tersebut belum membuahkan hasil. Pihak perusahaan masih belum memberikan tanggapan apapun atau membuka diri untuk diwawancarai.

Rekan media akan terus memantau perkembangan persoalan ini.(tim)

Berikan Pendapatmu Terkait Berita ini!

Berita Terkait

Kualitas Proyek Puskesdes di Parit Jawa Dikritik Warga: Plester Tak Merata, Lantai Retak, Pintu Belum Ada
Kolaborasi Pandawa Media Group dan Kopi Paman Meriahkan Ramadhan dan Arakan Sahur Tanjabbar.
Jelang Idul Fitri, Keberangkatan Kapal Roro Kuala Tungkal Sudah Terjadwal :Ini Daftarnya
Gema Adzan Ramadan Bergema di Lapas Tungkal, 16 Warga Binaan Tampilkan Suara Terbaik
Kades Sungai Serindit Berikan Klarifikasi Terkait Dugaan Rangkap Jabatan sebagai Kepala Sekolah
Upaya Klarifikasi Dugaan Rangkap Jabatan Tak Direspon, Kades Sungai Serindit Jadi Sorotan
Langkah Cepat Wabup Katamso: Camat Langsung Ditugaskan Tinjau Rumah Anak Yatim Piatu
Nasib Rodi dan Nikita: Yatim Piatu Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Wabup: Pemda Siap Cari Solusi Rehab Rumah
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:45 WIB

Kualitas Proyek Puskesdes di Parit Jawa Dikritik Warga: Plester Tak Merata, Lantai Retak, Pintu Belum Ada

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:55 WIB

Kolaborasi Pandawa Media Group dan Kopi Paman Meriahkan Ramadhan dan Arakan Sahur Tanjabbar.

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:18 WIB

Jelang Idul Fitri, Keberangkatan Kapal Roro Kuala Tungkal Sudah Terjadwal :Ini Daftarnya

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:03 WIB

Diduga Alur Sungai di Desa Suban Kecamatan Batang Asam Tercemar Limbah Perusahaan, DLH Turun ke Lokasi, Pihak Perusahaan Masih Bungkam

Senin, 2 Maret 2026 - 18:08 WIB

Gema Adzan Ramadan Bergema di Lapas Tungkal, 16 Warga Binaan Tampilkan Suara Terbaik

Senin, 2 Maret 2026 - 09:25 WIB

Upaya Klarifikasi Dugaan Rangkap Jabatan Tak Direspon, Kades Sungai Serindit Jadi Sorotan

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:41 WIB

Langkah Cepat Wabup Katamso: Camat Langsung Ditugaskan Tinjau Rumah Anak Yatim Piatu

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:43 WIB

Nasib Rodi dan Nikita: Yatim Piatu Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Wabup: Pemda Siap Cari Solusi Rehab Rumah

Berita Terbaru