Kualitas Proyek Puskesdes di Parit Jawa Dikritik Warga: Plester Tak Merata, Lantai Retak, Pintu Belum Ada

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas Proyek Puskesdes di Parit Jawa Dikritik Warga: Plester Tak Merata, Lantai Retak, Pintu Belum Ada

Bram Itam,Liputan Jambi. id– Warga Parit Jawa Desa Pantai Gading, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), mempertanyakan kualitas pelaksanaan proyek pembangunan pagar dan cor halaman Puskesmas desa (Puskesdes) di dusun Perdana Berbagai keluhan terkait hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar hingga kurangnya transparansi informasi menjadi sorotan utama masyarakat setempat.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan, hingga saat ini pekerjaan pagar dan halaman Poskesdes masih kita pertanyakan apakah sudah selesai atau belum selesai dikerjakan.

Selain itu, janji pemasangan pintu yang sebelumnya disebutkan akan dilakukan pun belum terealisasi. Masalah kualitas juga menjadi perhatian serius, di mana pekerjaan plesteran dinding tidak merata, ada bagian yang diplester namun ada juga yang tidak.

Kondisi lantai bangunan juga banyak yang retak dan terkelupas. menimbulkan kekhawatiran warga akan keamanan dan kenyamanan fasilitas kesehatan tersebut nantinya.

Yang juga menjadi pertanyaan besar bagi warga adalah tidak adanya papan merek proyek di lokasi. Papan merek seharusnya memuat informasi penting seperti rincian anggaran, nama pelaksana proyek, konsultan pengawas. Namun, sejak awal pekerjaan dimulai, tidak ada informasi tersebut yang dipasang di lokasi, sehingga warga kesulitan mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas proyek ini.

Berdasarkan data yang dihimpun , proyek pembangunan Poskesdes ini menghabiskan anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025 melalui Dinas Kesehatan Tanjab Barat dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa pelaksanaan proyek tersebut.

Warga berharap pihak berwenang, terutama BPK dan Inspektorat serta Dinas Kesehatan Tanjab Barat, dapat segera menanggapi keluhan ini. Mereka meminta agar dilakukan pengecekan ulang terhadap kualitas pekerjaan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kesehatan Tanjab Barat terkait kritik dan keluhan yang disampaikan oleh warga Desa Pantai Gading. (tim)

Berita Terkait

Dukung Program Rumah Layak Huni, Lapas Kuala Tungkal Bersama Pemkab Tanjab Barat Bedah Rumah Warga
Inovasi Kelompok Warga di Tanjab Barat, Kembangkan Bibit Mangrove Berkualitas
Apel Sabuk Kamtibmas Tanjab Barat Perkuat Sinergi Seluruh Elemen Masyarakat
Dinas PUPR Terima Surat Teguran Terkait Temuan Keuangan BPKP
Pelatihan Peningkatan Kualitas UMKM Digelar, Bupati Ingin Produk Lokal Bersaing di Pasar Luas
Wabup Katamso: Bank Jambi Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Bank
Bupati Ingatkan RT dan Camat Agar Data Warga Valid & Sah
Aroma Tak Sedap Mengganggu Kenyamanan di Lingkungan Masjid Al-Anwar, Diduga Bersumber dari Bekas Lubang Pemotongan Hewan Qurban
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:44 WIB

Dukung Program Rumah Layak Huni, Lapas Kuala Tungkal Bersama Pemkab Tanjab Barat Bedah Rumah Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:05 WIB

Inovasi Kelompok Warga di Tanjab Barat, Kembangkan Bibit Mangrove Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:35 WIB

Apel Sabuk Kamtibmas Tanjab Barat Perkuat Sinergi Seluruh Elemen Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:38 WIB

Dinas PUPR Terima Surat Teguran Terkait Temuan Keuangan BPKP

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Pelatihan Peningkatan Kualitas UMKM Digelar, Bupati Ingin Produk Lokal Bersaing di Pasar Luas

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:53 WIB

Bupati Ingatkan RT dan Camat Agar Data Warga Valid & Sah

Senin, 8 Juni 2026 - 12:54 WIB

Aroma Tak Sedap Mengganggu Kenyamanan di Lingkungan Masjid Al-Anwar, Diduga Bersumber dari Bekas Lubang Pemotongan Hewan Qurban

Senin, 8 Juni 2026 - 12:08 WIB

BPBD Provinsi dan BPBD Tanjab Barat Terapkan Hujan Buatan hingga 12 Juni 2026, Antisipasi Dini Ancaman Karhutla di Wilayah Rawan.

Berita Terbaru