Industri Hulu Migas Dorong Ekonomi Daerah, PetroChina Kontribusi Terbanyak Untuk Jambi

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai kontribusi langsung maupun tidak langsung. Salah satu bentuk kontribusi nyata tersebut tercermin dari aliran Dana Bagi Hasil (DBH) migas serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas yang menjadi sumber penting pendapatan daerah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro menjelaskan keberadaan industri hulu migas memiliki dampak ekonomi yang luas dan berlapis, khususnya melalui mekanisme penerimaan negara dan daerah.

“Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dibagikan kembali kepada daerah penghasil, sementara PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar yang juga memberikan kontribusi signifikan bagi daerah. Bahkan secara nasional, kontribusi PBB sektor migas mencapai porsi yang sangat besar dalam struktur penerimaan PBB.

“Dalam konteks nasional, sektor migas menyumbang sekitar setengah dari total penerimaan PBB. Yang menarik, sebagian besar dari penerimaan tersebut, yakni sekitar 98 persen, didistribusikan kembali ke daerah. Artinya, manfaat ekonomi sektor migas sangat besar bagi daerah penghasil,” tambahnya.

Di tingkat daerah, kontribusi tersebut juga terlihat nyata. Di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, misalnya, aktivitas operasional PetroChina International Jabung Ltd memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

Berdasarkan Data Kemenkeu Tahun 2025, kontribusi dari sektor ini mencapai sekitar Rp698 miliar melalui Dana Bagi Hasil migas, serta sekitar Rp280 miliar dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor migas.

Kontribusi tersebut menjadi yang terbesar diantara kabupaten dan kota lainya di Provinsi Jambi. Selain itu, kontribusi ini juga menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pembiayaan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Rinto menekankan dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan langsung, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang jauh lebih besar terhadap perekonomian.

“Seringkali kita hanya melihat dari sisi penerimaan negara atau daerah, padahal itu baru sebagian kecil dari keseluruhan dampak. Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal, hingga dukungan terhadap sektor lain seperti listrik dan industri,” ungkapnya.

Dengan kontribusi yang terus berlanjut, industri hulu migas diharapkan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Ke depan, penguatan sinergi antara pemerintah, daerah, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi sektor ini secara berkelanjutan.(tim)

Berikan Pendapatmu Terkait Berita ini!

Berita Terkait

Danrem Gapu Putih Tinjau Pelabuhan Kualatungkal, Pastikan Kelancaran Arus Barang dan Penumpang
Danrem 042/Gapu Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., M.Sc. Kunjungi Pemkab Tanjab Barat, Bangun Sinergitas
Kunker ke Tanjab Barat : Danrem 042/Gapu Tekankan Prajurit Stop Terlibat Tambang Ilegal.
Dinilai Belum Layak, Dapur SPPG MBG Diberi waktu Perbaikan
Danrem 042/Gapu Lakukan Kunker di Wilayah Tanjab Barat
Kasus Dugaan Pencemaran Limbah PT PAJ, Kabid Limbah DLH Tanjabbarat Bungkam
Antisipasi Karhutla dan Krisis Air, Tanjab Barat Siaga Bencana
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, IPAL dan Bangunan SPPG di Tanjabbarat Diminta Segera Diperbaiki
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:45 WIB

Industri Hulu Migas Dorong Ekonomi Daerah, PetroChina Kontribusi Terbanyak Untuk Jambi

Rabu, 15 April 2026 - 17:37 WIB

Danrem Gapu Putih Tinjau Pelabuhan Kualatungkal, Pastikan Kelancaran Arus Barang dan Penumpang

Rabu, 15 April 2026 - 14:00 WIB

Danrem 042/Gapu Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., M.Sc. Kunjungi Pemkab Tanjab Barat, Bangun Sinergitas

Rabu, 15 April 2026 - 13:15 WIB

Kunker ke Tanjab Barat : Danrem 042/Gapu Tekankan Prajurit Stop Terlibat Tambang Ilegal.

Rabu, 15 April 2026 - 13:09 WIB

Dinilai Belum Layak, Dapur SPPG MBG Diberi waktu Perbaikan

Selasa, 14 April 2026 - 20:53 WIB

Kasus Dugaan Pencemaran Limbah PT PAJ, Kabid Limbah DLH Tanjabbarat Bungkam

Selasa, 14 April 2026 - 12:51 WIB

Antisipasi Karhutla dan Krisis Air, Tanjab Barat Siaga Bencana

Senin, 13 April 2026 - 18:25 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, IPAL dan Bangunan SPPG di Tanjabbarat Diminta Segera Diperbaiki

Berita Terbaru

Nasional

Dinilai Belum Layak, Dapur SPPG MBG Diberi waktu Perbaikan

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:09 WIB