Ketua FPTI Jambi: Proyek Panjat Tebing Rp3 Miliar Seharusnya Standar Internasional, Bukan Tak Bisa Dipakai

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANJAMBI. ID– Jauh sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jambi turun tangan melakukan pemeriksaan, Ketua Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi, Cecep yang akrab disapa Goes Soeryo, sudah menyoroti kualitas proyek panjat tebing senilai Rp3 miliar.

Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu, fasilitas yang dibangun seharusnya memiliki spesifikasi berstandar internasional, bukan justru tidak bisa digunakan seperti kondisi saat ini.

“Kalau anggaran tiga miliar, bisa kita buat standar internasional. Kita sangat sayangkan tidak ada keterlibatan secara intens dengan teman-teman panjat tebing,” ujar Cecep dalam unggahan video di Facebook @Goes Soeryo pada Desember 2025 lalu, saat pekerjaan proyek tersebut tengah berlangsung.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Tahun 2025 ini dinilai jauh dari standar yang ditetapkan FPTI.

Cecep membeberkan sejumlah kekeliruan teknis yang ditemukan. Salah satunya adalah jarak antar titik pijakan atau speed. Seharusnya jarak antar titik hanya 12,5 cm, namun di lapangan ditemukan jarak yang mencapai 20 cm hingga 40 cm.

“Speed 12,5 cm kiri-kanan, tapi yang terjadi ada yang 20, 30, 40. Artinya jika seperti ini tidak bisa digunakan, kita minta untuk dirubah ya, ka, lubang-lubang baut ini,” tegasnya.

Selain masalah ukuran, permukaan fiber yang digunakan juga dinilai tidak aman karena terlalu licin. Ia mengibaratkan teksturnya seperti kulit yang memakai skincare, tanpa adanya tekstur kasar atau butiran pasir yang seharusnya ada untuk daya cengkeram.

“Posisioning fiber ini sangat licin seperti pakai skincare, ya, tidak ada sama sekali pasir-pasirnya. Tolong diperbaiki secara permukaannya,” pinta Cecep.

Masalah lain yang ditemukan adalah tingkat kemiringan dinding yang tidak proporsional. Standar yang benar seharusnya memiliki kemiringan bagian atas 1 meter dan bagian bawah 20 cm. Namun di lokasi, kemiringannya justru mencapai 50 hingga 60 cm di bagian atas.

“Tetapi secara spesifikasi tingkat kemiringan harus dirubah, atas 1 meter bawah 20 cm. Nah yang ada ini sekitar 60 cm atau 50 cm atas itu, waduh,” ungkapnya.

Melihat banyaknya penyimpangan teknis tersebut, Cecep menegaskan bahwa struktur rangka besi harus dibongkar ulang dan disesuaikan dengan standar. Jika dipaksakan, proyek tersebut akan sia-sia karena tidak bisa difungsikan.

“Artinya rangka besinya harus dibongkar ulang dan dirapikan lagi dan harus sesuai. Kita sudah kasih catatannya ukuran-ukurannya,” tuturnya.

Diketahui, saat ini BPK telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap proyek tersebut. Bahkan, lembaga pemeriksa keuangan negara itu dikabarkan menyatakan kegeraman karena hasil pembangunan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar yang seharusnya berlaku.

Dalam sejumlah dokumentasi, tim BPK terlihat didampingi pihak kontraktor dan perangkat terkait saat melakukan pengecekan langsung di lokasi proyek.(cw)

Berita Terkait

PERSIAPAN TMMD KE-130, DANDIM TINJAU LOKASI SASARAN DI DESA MERBAU
KABUT ASAP MELANDA KUALA TUNGKAL, BUPATI BAGIKAN MASKER-KADISKES: INDEKS KUALITAS UDARA MASIH AMAN
BREAKING NEWS: KABUT ASAP KEMBALI MELANDA KUALA TUNGKAL, ASAP TERASA MENYENGAT SIANG INI
GANDENG PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH, UMKM NAIK KELAS TANJAB BARAT SUKSES GELAR LOMBA HUT RI KE-81
PINANG JADI TIANG LISTRIK 3 TAHUN, DINAS PERKIM JANJI TURUN SORE INI
DI TENGAH SEMARAK HUT RI, 5 BATANG PINANG JADI TIANG LISTRIK SUDAH 3 TAHUN — WARGA: KAMI BELUM MERDEKA!
PETROCHINA KERAHKAN PERSONEL DAN ALAT BANTU PADAMKAN KARHUTLA
AYO BURUAN DAFTAR! UMKM NAIK KELAS GELAR GEBYAR KEMERDEKAAN, HADIAH JUTAAN RUPIAH DAN HADIAH MENARIK LAINNYA MENANTI
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:37 WIB

KEMARAU & KOLAM LIMBAH PENUH, PERUMDA TIRTA PENGABUAN BUTUH DUKUNGAN PEMERINTAH AGAR LAYANAN TETAP OPTIMAL

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

WABUP KATAMSO: SAMPAH HARUS BERNILAI EKONOMI, BUKAN HANYA DIKUMPULKAN & DIANGKUT

Rabu, 9 September 2026 - 17:12 WIB

TINJAU JEMBATAN GANTUNG PERBATASAN, BUPATI: SILATURAHMI KUNCI KEMAJUAN KUALA BETARA

Rabu, 9 September 2026 - 17:03 WIB

BUPATI ANWAR SADAT PERINTAHKAN PT PELDA SEGERA PERBAIKI TANGGUL YANG JEBOL

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

BANGUNAN SUDAH TUA, BUPATI TEKANKAN PERBAIKAN SEGERA SDN 047 SUNGAI DUALAP  

Rabu, 9 September 2026 - 16:44 WIB

FASILITAS TEMPAT WUDHU MASJID BAYAR UTANG DIBANGUN BANTUAN PERUSAHAAN, BUPATI: SEMOGA JADI AMAL JARIYAH

Rabu, 9 September 2026 - 14:54 WIB

DUKUNG BUDAYA MELAYU, HAMDANI LEPAS LAM DAN SERAMBI BERSATU KE SIAK

Rabu, 9 September 2026 - 10:09 WIB

Dilantik Bupati Anwar Sadat, Ini Susunan Pengurus BAZNAS Tanjab Barat 2026–2031

Berita Terbaru

Kesehatan

KABUT ASAP: 1.175 KASUS PENYAKIT, 317 ISPA DI TANJAB BARAT

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:45 WIB