TANJABBAR,LIPUTAN JAMBI. id– Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kuala Tungkal menggelar kegiatan bakti sosial yang penuh makna. Sebagai wujud nyata kepedulian dan keberlanjutan program pembinaan, pihaknya menyerahkan bantuan sarana usaha berupa gerobak kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ibu Nurmiati, orang tua dari salah satu narapidana, pada Selasa (21/04/2026). Penyerahan dilakukan di halaman Lapas Kuala Tungkal oleh Kepala Lembaga (Kalapas), Iwan Darmawan, dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Lapas Kuala Tungkal dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari stakeholder BRI serta sisa hasil usaha dari kegiatan bazar yang sebelumnya dilaksanakan di Kanwil Ditjenpas Jambi.
Kalapas Iwan Darmawan menegaskan bahwa pemberian gerobak usaha ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memberdayakan ekonomi keluarga.
“Kami berharap gerobak ini dapat menjadi sarana produktif yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha. Dengan begitu, keluarga warga binaan bisa lebih mandiri dan memiliki penghasilan tambahan yang layak,” ujar Iwan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berhenti pada narapidana di dalam sel, tetapi juga harus berdampak positif bagi keluarga di luar.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami. Pembinaan tidak berhenti di dalam tembok lapas, tapi juga harus menyentuh dan memberdayakan keluarga agar kehidupan mereka lebih baik,” tambahnya.
Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Ibu Nurmiati selaku penerima bantuan tampak tak menyangka dan sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Bapak Kalapas dan seluruh jajaran. Ini sangat membantu kami sekeluarga. Semoga gerobak ini bisa menjadi jalan rezeki yang baru,” ungkapnya dengan haru.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya menahan, tetapi juga membina dan memberdayakan. Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi keluarga untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.(cw)






