Liputanjambi.id – Tanjung Jabung Barat – Proyek peningkatan jalan di Kelurahan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), yang baru selesai akhir tahun 2025, kini sudah menunjukkan kondisi rusak. Selain kerusakan yang diduga akibat timbunan material tipis, muncul juga perbedaan keterangan antara pihak konsultan pengawas dan pengawas lapangan dari dinas terkait terkait pelaksana proyek.
Proyek jalan yang menghubungkan SDN 23 menuju RT 13 Kelurahan Tebing Tinggi ditemukan sudah berlobang. Kerusakan tersebut diduga disebabkan oleh timbunan material berupa batu yang terlalu tipis, sehingga permukaan jalan tidak mampu bertahan lama setelah digunakan.
Berdasarkan papan merek pekerjaan yang terpasang di lokasi, proyek ini dibiayai dari dana APBD Perubahan Kabupaten Tanjab Barat Tahun 2025. Kontraktor pelaksana proyek adalah PT Gora Kaylagar Utama, sedangkan konsultan pengawasnya adalah CV Diraya Statika. Namun, nilai anggaran proyek tidak dicantumkan pada papan informasi, yang membuat warga menganggap kurang transparan.
Warga RT 13 mengungkapkan rasa kecewa terhadap kondisi jalan tersebut. “Baru selesai akhir tahun 2025 kemarin, tapi kondisinya sudah seperti ini. Timbunan nya tipis, jadi belum sebulan sudah rusak dan membuat kami sebagai pengguna jalan dirugikan,” keluh salah satu warga.
Ketika dikonfirmasi terkait pelaksana proyek, terdapat perbedaan informasi dari kedua pihak terkait. Pengawas lapangan dari dinas terkait, Yabes, menyatakan bahwa yang ia tahu adalah ada oknum dengan inisial (Ar) yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Sementara pihak konsultan pengawas menyampaikan bahwa proyek ini milik inisial (B), karena kami kemarin melakukan tinjauan awal dan akhir bersama inisial (B),” jelasnya.
Pantauan media di lapangan terlihat timbunan tipis bahkan sudah nampak timbunan tanah kuning serta digenangi air. (cw)





